RANTAU – Hujan deras yang melanda Kabupaten Tapin, Selasa (1/4/2025) membuat beberapa kejadian satu hari setelah lebaran. Dari Banjir sampai dengan longsor hingga jembatan amblas.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor memberitahukan untuk banjir ada di beberapa tempat.
“Sementara ini untuk banjir laporannya di Kompleks Labuhan Permai Kelurahan Rangda Malingkung dan di Jalan Daeng Suganda Kelurahan Bitahan Kecamatan Lokpaikat,” ucapnya.
Untuk di Kompleks Labuhan Permai sebanyak 107 buah rumah yang terendam dengan ketinggian air capai 20 sampai 70 sentimeter.
“Kemudian di Jalan Daeng Suganda merendam 10 buah rumah dan fasilitas umum yakni 1 buah SDN Bitahan 2, dengan ketinggian air capai 20 sampai 59 sentimeter,” ucapnya.
Memang sementara ini masih ada lagi lokasi banjir lainnya yakni Kecamatan Tapin Selatan, anggota BPBD masih berada di lokasi.
“Untuk penyebab banjir secara keseluruhan, yakni karena curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi mulai dinihari,” paparnya.
Tambahnya, di Desa Rantau Bujur Kecamatan Bungur terjadi longsor, di mana awal kejadiannya karena hujan lebat yang terjadi sejak dini hari.
“Hingga memicu tanah dan pepohonan yang ada di sekitar tebing sepanjang 50 meter longsor dan menutup akses jalan warga,” katanya.
Dalam kejadian ini anggota BPBD bersama dengan TNI, Polri serta masyarakat sudah melakukan pembersihan.
“Akses jalan sudah bisa dilewati oleh warga, namun mereka tetap waspada karena masih berpotensi longsor susulan,” paparnya.
Bergeser sedikit di Desa Rantau Bujur juga ada jembatan amblas.
“Awalnya karena debit air meningkat, sehingga menggerus pondasi jembatan yang menjadi akses utama warga,” tuturnya.
Tambahnya, bahwa anggota BPBD bersama dengan masyarakat sudah melakukan pembuatan jembatan darurat sementara agar bisa dilewati.
“Jadi jembatan darurat tersebut hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua,” paparnya.
Editor : Arif Subekti