BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengajak warga mengurangi sampah selama mudik dan Lebaran.
Kampanye “Mudik dan Lebaran Minim Sampah” diluncurkan untuk mendorong masyarakat membawa tumbler, menggunakan tas belanja ulang, dan tidak membuang makanan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan program ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2025. Pemkab akan menerbitkan edaran serupa agar kampanye ini lebih luas menjangkau masyarakat.
Selain itu, kampanye ini juga merespons potensi lonjakan sampah selama periode mudik. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada Idulfitri 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta orang. Sampah yang dihasilkan selama masa mudik diprediksi mencapai 73.240 ton.
Jumlah ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pada Lebaran 2024, pemudik mencapai 193,6 juta orang, dengan timbulan sampah sekitar 58 ribu ton. Sementara pada 2023, jumlah pemudik sebanyak 123,8 juta orang, dengan sampah sekitar 49.520 ton. Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan peningkatan sampah tahun ini dipengaruhi oleh masa libur Lebaran yang lebih panjang.
“Bukan cuma warga, pengelola terminal, bandara, dan pelabuhan juga kami minta menyediakan tempat sampah terpilah dan mengelola sampah dengan baik,” ujar Rahmat.
DLH juga mendorong pengurangan sampah dalam berbagai aktivitas, seperti saat salat Idulfitri dan pemberian bingkisan Lebaran. Targetnya, lebih sedikit sampah plastik dan lebih banyak barang yang bisa digunakan ulang.
Editor : Arif Subekti