RANTAU – Tinggal menunggu pemasangan jaringan listrik, Intake Air Baku Tapin yang berada di Bendung Linuh, Kecamatan Bungur akan bisa beroperasi.
Pemasangan jaringan listrik sendiri dijadwalkan April ini sudah selesai dikerjakan oleh PLN.
“Pertengahan April sudah terpasang jaringan listrik ini,” ucap Direktur PT Bastari Maju Tapin, Alimin Fauzi, Kamis (27/3/2025).
Setelah jaringan listrik di pasang, pihaknya akan melakukan uji coba sebelum fasilitas tersebut benar-benar difungsikan secara penuh.
“Memang Intake Air Baku di Bendung Linuh ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pasokan air bersih di Tapin,” jelasnya.
Ditambahkan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, I Putu Eddy Purna Wijaya bahwa Intake Air Baku Tapin di Bendung Linuh sebenarnya sudah berfungsi dengan baik.
“Namun, fasilitas ini masih terkendala belum adanya jaringan listrik yang memadai untuk mengoperasikan sistem intake,” ucapnya.
Karena itu, dibutuhkan tenaga listrik yang cukup besar agar intake ini bisa beroperasi optimal.
“Saat ini, kapasitas sumber air baku dari Bendung Linuh mencapai 210 liter per detik dan direncanakan akan ditambah 40 liter per detik lagi sehingga menjadi 250 liter per detik. Target jangka panjangnya, kapasitas ini akan mencapai 500 liter per detik,” jelasnya.
Lewat WhatsApp, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tapin, Meidy Harris Prayoga memberitahukan memang Intake ini pemanfaatannya untuk menyuplai air baku dengan perpipaan.
“Menang tinggal menunggu jaringan listrik yang akan terpasang direncanakan 14 April, kemudian dilakukan uji komisioning terhadap distribusi air baku tersebut,” ucapnya.
Kemudian diagendakan pada akhir bulan April nanti bisa dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BWS III Kalsel dengan Pemkab Tapin terkait pemanfaatan Air Baku tersebut beserta sarana prasarana pendukung.
“Selanjutnya akan dioperasionalkan oleh PDAM Tapin,” tuturnya.
Sementara Bupati Tapin H Yamani memiliki harapan besar terhadap pemanfaatan air baku bendung linuh ini, karena akan berpengaruh terhadap kualitas air bersih di Tapin.
“Tentunya biaya operasional akan dapat ditekan oleh PDAM, kemudian dalam hal pengolahan air kedepannya akan terjaga kualitasnya,” tuturnya.
Lanjut Bupati, dari pemantauan yang sudah dilaksanakan ia akan menyelesaikan berbagai kendala yang ada, termasuk masalah irigasi dan kelistrikan di Bendung Linuh.
“Termasuk permasalahan saluran irigasi yang belum sempurna karena masih ada yang melintasi lahan milik perusahaan, jadi setelah ramadan akan kita selesaikan,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti