Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pawai Talintingan Meriahkan Malam Tabalong

Ibnu Dwi Wahyudi • Jumat, 21 Maret 2025 | 13:20 WIB
TALINTINGAN: Salah satu peserta pawai talintingan melakukan atraksi semburan api sembari diiringi musik dari alat sederhana.
TALINTINGAN: Salah satu peserta pawai talintingan melakukan atraksi semburan api sembari diiringi musik dari alat sederhana.

TANJUNG – Tradisi lomba membangunkan sahur atau pawai talintingan di Kabupaten Tabalong kembali digelar, Rabu (19/3) malam.

Puluhan kelompok meramaikannya dengan berbagai benda yang dapat mengeluarkan bunyi. Drum, botol kaca, kentongan, dan lainnya dipukul berirama.

Peserta mengenakan aneka kostum memainkannya dengan penuh keceriaan. Ada juga tampil dalam bentuk atraksi semburan api dan kuntau.

"Semoga di bulan suci Ramadan kali ini, bagarakan sahur semakin meriah," kata Nurjanah, salah seorang peserta pawai talintingan yang masuk dalam kelompok warga Desa Wilas.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong selaku penyelenggara mencatat 34 grup sebagai peserta. Satu grupnya ada 20 orang.

Peserta memperebutkan total hadiah mencapai Rp18 juta. Juara pertama Rp5 juta, sedangkan juara berikutnya nilai hadiah di bawahnya.

"Tradisi yang dikenal dengan sebutan bagarakan sahur sudah ada sejak Islam masuk ke daerah ini. Umumnya masyarakat menabuh alat sederhana seperti besi, panci, kaleng, seng yang ketika ditabuh menghasilkan ritme talinting," jelas Kepala Disdikbud Tabalong, Tonie Marwan.

Seiring waktu tradisi ini tergerus zaman. Bagarakan sahur sekarang tidak menggunakan alat seperti tempo dulu, lebih memilih speaker yang kedengarannya cukup bising dan cenderung mengganggu kenyamanan lingkungan.

"Berdasarkan fenomena tersebut, Disdikbud terpanggil menghidupkan lomba talintingan. Supaya diharapkan tetap lestari dan digemari masyarakat," ungkap Tonie.

Rutenya di kawasan perkotaan. Mulai dari Taman Giat Tanjung menuju Jalan PHM Noor sampai simpang Sulingan, lalu kembali ke Taman Giat Tanjung.

Ribuan warga tumpah ruah turun ke jalan menyaksikan festival tahunan itu dengan riang gembira. Anak hingga orang desa turun ke jalan meski hari malam.

Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf melepas rombongan talintingan didampingi perwakilan jajaran Forkopimda. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat kebersamaan, dan menguatkan komitmen menjadikan Tabalong daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, juga kuat dalam iman dan takwa.

"Kegiatan positif seperti ini harus konsisten kita laksanakan setiap tahun. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat menghadirkan keceriaan dan juga memupuk semangat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan," tegasnya.

Menurutnya, ritme dan gaya berpakaian yang dikenakan peserta juga dapat mengasah kreativitas. Namun tetap menjaga ketertiban dan keselamatan.

Dari hasil lomba, remaja Masjid Nurul Hidayah Bantangis menjadi juaranya. Kemudian kelompok Reladan, dan Yayasan Kelua Maju Bersama peringkat berikutnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Tabalong #Budaya #pawai #ramadan