KOTABARU - Saat melakukan Safari Ramadan ke Sampanahan dan Pamukan Selatan, Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis dan rombongan disambut jalanan yang rusak dan becek, Selasa (11/3/2025) sore.
Melihat kondisi ini, Syairi langsung meminta berhenti kepada sopirnya.
Ia ingin turun dan melihat kondisinya langsung.
Berpakaian muslim putih celana hitam dan sepatu hitam, orang nomor dua di Bumi Sa-Ijaan itu tetap turun walaupun kondisinya saat itu becek.
Ditanya langkah apa yang akan dilakukannya?
Syairi menjawab tegas segera akan ditindaklanjuti.
Syairi menegaskan jalan ini menjadi perhatiannya karena sebagai akses ke beberapa desa dan kecamatan dan menuju ke pusat kota.
“Walaupun kondisi efisiensi anggaran, akan tetap kita usahakan dan akan segera ditindaklanjuti di tahun 2025 hingga 2026 ini,” tekadnya.
Jalan rusak itu berada di area Jalan Siayuh menuju Desa Tanjung Sari Sari dan Gunung Batu Besar.
“Insya Allah, daerah akan segera mengambil langkah awal dengan berkoordinasi bersama Dinas PUPR dan pihak terkait. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah penggunaan dana pemeliharaan jalan untuk perbaikan sementara,” tegasnya.
Ia juga akan mencari solusi dalam waktu dekat dengan mengadakan rapat dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut melalui Forum Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kami ingin memastikan bahwa pemerataan pembangunan di Kabupaten Kotabaru dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta,” tutupnya.
Editor : Eddy Hardiyanto