BANJARMASIN – Hingga Februari tadi, Pemprov Kalsel mencatat realisasi pajak daerah mencapai lebih dari Rp401 miliar. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp245 miliar lebih.
Meski demikian, capaian pajak daerah tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil menerangkan, di Februari tahun 2024 lalu, realisasi pajak daerah Kalsel tercatat sebesar Rp755,38 miliar.
“Memang jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, mengalami penurunan. Tapi kami yakin dapat mencapai target pajak daerah tahun 2025,” ujar Subhan, Selasa (11/3/2025).
Kembali ke realisasi capaian pajak tahun ini sampai Februari tadi, Subhan menerangkan, beberapa sektor pajak menunjukkan trend positif.
Seperti pajak alat berat, yang hingga Februari telah terealisasi Rp6,06 miliar dari target Rp7 miliar, atau sekira 86,6 persen.
Capaian ini sebutnya berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya yang capaian targetnya baru terealisasi jelang tutup tahun.
“Alhamdulillah, untuk pajak alat berat realisasinya sudah sangat baik, hampir mencapai target tahunan. Ini menunjukkan kepatuhan wajib pajak di sektor ini cukup tinggi,” katanya.
Selain itu, di sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebutnya, juga menunjukkan peningkatan. Sampai Februari capaiannya mencapai Rp94,8 miliar lebih atau sebesar 15,80 persen dari target Rp600 miliar.
Sementara, di sektor pajak dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pihaknya sudah menghimpun sebesar Rp51,4 miliar lebih atau sekitar 9,02 persen dari target Rp570 miliar. Sedangkan, sektor Pajak Air Permukaan mencatat realisasi sebesar Rp3,8 miliar lebih atau 19,02 persen dari target Rp20 miliar.
Kemudian, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) telah terealisasi Rp245 miliar lebih atau sekira 11,4 persen, yang mana memiliki target terbesar yakni Rp2,1 triliun lebih.
Dipaparkannya, angka realisasi bisa lebih besar apabila komponen bagi hasil ke kabupaten/kota tidak diperhitungkan.
“Kalau kita keluarkan bagi hasilnya, angka realisasinya akan jauh lebih besar. Namun, meskipun demikian, kita tetap optimis bisa mencapai target pajak daerah tahun ini dengan berbagai upaya yang terus kita lakukan,” imbuhnya.