Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dinkes Banjarmasin Ambil Sampel Makanan dan Minuman di Pasar Wadai

Endang Syarifuddin • Senin, 10 Maret 2025 | 14:38 WIB

WAWANCARA: Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Tabiun Huda.(Foto : Endang/Radar Banjarmasin)
WAWANCARA: Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Tabiun Huda.(Foto : Endang/Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin periksa sejumlah sampel makanan dan minuman yang dijual di Pasar Wadai Ramadan Siring 0 Kilometer, Banjarmasin Tengah. 

Hal itu untuk memastikan produk yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda menekankan, pemeriksaan ini untuk memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya, seperti borax, zat pewarna maupun pemanis buatan lainnya di makanan dan minuman yang dijual.

"Pemeriksaan sampel ini rutin dilakukan setiap tahun, sebagai bentuk pengawasan keamanan pangan," kata Tabiun kepada awak media, belum lama tadi.

Sebanyak 14 sampel makanan dan minuman terdiri dari kue basah, kue kering, mie dan aneka minuman es. Hasilnya dinyatakan negatif, artinya tidak ada temuan bahan atau pewarna makanan berbahaya.

“Fokus selama pemeriksaan sendiri adalah bakteri-bakteri yang terkandung hingga zat-zat pewarna yang terkandung dalam makanan yang ada,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Faisal mengatakan, pengawasan dibutuhkan tidak hanya pada makan yang dijual di Pasar Wadai Ramadan saja, tapi juga pasar tradisional dan pasar modern.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) diamanatkan bahwa pemko tidak hanya bertanggung jawab untuk mewujudkan ketersediaan pangan, tapi juga berkewajiban melindungi konsumen dan kesehatan masyarakat.

"Pengawasan juga dibutuhkan terhadap masuknya produk pangan impor yang diedarkan secara ilegal," pinta politikus PAN ini.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat setiap bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri tidak menutup kemungkinan masih ada produk makanan dan minuman yang kadaluarsa beredar di pasaran. Karena itu pemeriksaan sampel makanan yang dilakukan dinkes sangat bagus. 

"Karena momen seperti ini sering dimanfaatkan oknum pedagang maupun pengusaha nakal untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan menjual bahan makanan yang kadaluarsa," pungkas Faisal.

Editor : Sutrisno
#pasar ramadan #banjarmasin #Pasar Wadai