MARTAPURA – Cuaca ekstrem membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar kembali terendam banjir sejak Jumat (7/3) tadi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar hingga Sabtu (8/3), ada enam kecamatan mengalami banjir dadakan akibat hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari Pengaron, Simpang Empat, Mataraman, Astambul, Martapura Timur, dan Martapura Barat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Agus Siswanto mengatakan bahwa data tersebut masih bersifat sementara, lantaran masih mengumpulkan detail data wilayah dan warga terdampak banjir.
Kendati demikian, Agus memastikan bahwa BPBD telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu warga dan meminimalkan kerugian. Bahkan, Posko Siaga Bencana Batingsor di Kabupaten Banjar tetap aktif sejak November 2025 lalu.
“Penanggulangan terus kami lakukan bersama stakeholder terkait. Termasuk meminjamkan perahu karet untuk keperluan warga di Kecamatan Simpang Empat dan Mataraman,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (9/3). Petugas juga sempat mengevakuasi korban bencana banjir di Perumahan Megatama, Kecamatan Martapura.
Menurutnya, kali ini banjir di sekitar Sungai Martapura memang memang murni karena tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Utamanya air kiriman dari di wilayah atas seperti Kecamatan Pengaron dan Aranio.
Kondisi itulah yang membuat debit air di Sungai Martapura naik secara mendadak. “Hujan deras membuat aliran Sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa meningkat, sehingga dampaknya ke wilayah hilir (Martapura dan sekitarnya),” jelasnya. Itu membuat kondisi air luapan Sungai Martapura terlihat lebih keruh dibanding banjir sebelumnya.
BPBD Banjar mengimbau warga untuk mewaspadai segala kemungkinan bencana. Bahkan meminta segera menghubungi aparat setempat seperti lurah, camat, polsek, atau Koramil terdekat, jika rumahnya ikut terdampak banjir. “Atau hubungi Call Center Pusdalops BPBD Banjar 0811-5119-944,” pesannya.
Jika mengacu data perkembangan cuaca dari BMKG Kalsel, potensi hujan masih tinggi dan diperkirakan berlanjut hingga April atau awal Mei. Bahkan, dalam data BMKG menunjukan bahwa tingkat curah hujan di wilayah Kabupaten Banjar diprediksi akan kembali meningkat pada awal dan pertengahan Maret.
“Salah satu penyebabnya adalah fenomena La Niña pada masa transisi musim menuju kemarau, yang membuat curah hujan di Kalimantan Selatan meningkat, termasuk kita (Kabupaten Banjar),” ujarnya.
Selain itu, lanjut Agus, Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Banjar juga melaksanakan pemantauan melalui perangkat radio komunikasi repeater VHF, EWS dan WA untuk berkoordinasi mengenai perkembangan banjir. Termasuk terkait ketinggian air yang dipantau melalui sejumlah sensor Early Warning System (EWS). Seperti di Desa Rantau Nangka dari Kecamatan Sungai Pinang, dan Desa Sungai Arfat dari Kecamatan Karang Intan.
Agus menyebutkan berdasarkan pantauan ketinggian air melalui EWS pada sore menjelang malam, terpantau ketinggian air berbeda-beda di beberapa desa. Di Desa Rantau Nangka Kecamatan Sungai Pinang dengan debit air mencapai 1,47 meter. Sedangkan di Desa Sungai Arfat Kecamatan Karang Intan mencapai 3,41 meter (berstatus siaga).
Sedangkan ketinggian di Sungai Martapura Banjar mencapai 10,3 meter, Sungai Riam Kiwa mencapai 4,7 meter, Sungai Riam Kanan mencapai 6,25 meter, dan di Bendungan Riam Kanan Elevasi +58,575 meter.
Warga Mengungsi dibantu BPBD
Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir juga menyebabkan luapan air sungai dan memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Balangan. Salah satu daerah yang terdampak parah adalah Desa Baruh Bahinu Dalam, Kecamatan Paringin Selatan.
Air menggenangi puluhan rumah dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari sebatas lutut, hingga mencapai dada orang dewasa.
Warga Baruh Bahinu, Hazim mengungkapkan rumahnya mulai tergenang air sejak Kamis (6/3) dini hari. “Air terus naik hingga akhirnya saya dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudara untuk sementara waktu,” ujarnya.
Merespons situasi tersebut, Tim Tanggap Darurat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan bersama relawan dan warga setempat segera bergerak melakukan evakuasi barang-barang berharga milik warga pada Sabtu (8/3).
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi menjelaskan bahwa tim memastikan keselamatan warga dan menyelamatkan harta benda mereka dari dampak banjir. “Kami memastikan proses evakuasi berjalan lancar, menilai situasi secara menyeluruh, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan warga,” kata Rahmi, Minggu (9/3) sore.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief