Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hujan Sehari, Banua Dihantui Kebanjiran Lagi

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 8 Maret 2025 | 06:28 WIB
TERENDAM: Jalan yang berada di Pasar Binuang sudah tergenang air.
TERENDAM: Jalan yang berada di Pasar Binuang sudah tergenang air.

RANTAU – Hujan yang melanda pada Jumat (7/3), membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tapin terendam banjir. Termasuk di Kecamatan Binuang.

Salah satu warga, Mislani memberitahukan bahwa banjir ini karena hujan deras. Itu membuat air sungai Binuang meluap hingga berdampak ke permukiman. “Hujan mulai jam 10.30 Wita tadi,” katanya.

Meluapnya air melumpuhkan aktivitas warga. Termasuk di Pasar Binuang yang tergenang air. “Banyak warga menyelamatkan dagangannya karena takut hanyut dibawa derasnya air,” ucapnya.

Selain area sekitar pasar yang terdampak, juga ada sekolah. Selain itu, juga terjadi di daerah Taluk Kaca Piring, Sungai Bunut dan Serawi. “Diperkirakan puluhan rumah warga terendam banjir, dan menjadi ujian berat di saat menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Tapin hingga Jumat malam, banjir yang melanda di Kecamatan Binuang berdampak ke tiga desa, yakni Desa Tungkap, Kelurahan Binuang, dan Kelurahan Raya Belanti. Untuk warga terdampak di Desa Tungkap sebanyak 5 RT dengan 40 kepala keluarga, dan kondisi air sudah mulai surut.

Di Kelurahan Binuang dekat pasar berdampak pada 50 kepala keluarga dengan kondisi air juga sudah mulai surut.

Di Kelurahan Raya Belanti, tepatnya di RT 1 ada 30 kepala keluarga terdampak, dan air juga mulai surut.

Namun, tiga RT lain air mulai naik, karena kiriman dari RT sebelumnya. Untuk kedalaman air sekitar 5-50 sentimeter, dan sebagian memang ada masuk ke dalam rumah warga.

Masih Dihantui Banjir

Hujan deras juga terjadi di Kabupaten Banjar dan sekitarnya, Jumat (7/3) pagi hingga siang hari.
Banjir pun melanda 18 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Banjar yang berdampak pada 1.176 rumah, 1.480 kepala keluarga, dan 4.611 jiwa. Selain itu, mengakibatkan air di Sungai Riam Kiwa di Kecamatan Pengaron terus naik.

"Dari pukul 08.00 Wita tadi, sudah mulai naik di ketinggian 45 sentimeter di atas batas sungai. Kedalaman air di alat pengukur kurang lebih 70 sentimeter (malam hari, red)," ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Banteng, Kecamatan Pengaron, Ahmad Sarpai, Jumat malam.

Selain sungai di bagian atas Pengaron, pihaknya juga mendapat laporan yang serupa di Sungai Binu'ung, yang mulai meluap setelah beberapa jam diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Kemarin (Kamis, red) air di sana bahkan sampai meluap dari badan sungai," jelasnya. Namun, untuk sungai di Rantau Nangka masih aman.

Kondisi ini dibenarkan oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Agus Siswanto. Berdasar pantauan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar hingga Jumat (7/3) siang sekitar pukul 14.49 Wita, kenaikan permukaan air di Sungai Pengaron mencapai 1,35 meter. Sedangkan di Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, ketinggiannya 147 cm atau sekitar 1,4 meter.

Ia mengimbau warga yang bermukim di sepanjang aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Riam Kiwa itu agar waspada dan berhati-hati. Bukan tanpa sebab peringatan itu ia sampaikan.

Menurutnya, hujan ekstrem yang mengguyur pada Kamis dan Jumat mengakibatkan sungai di wilayah Kecamatan Pengaron mengalami kenaikan drastis. “Tingginya intensitas hujan dalam dua hari terakhir menyebabkan kenaikan tinggi permukaan air di DAS Riam Kiwa dan Riam Kanan,” ujar Agus.

Bahkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banjar kemarin, juga mengakibatkan banjir di wilayahnya Martapura. Bahkan, area Pasar Batuah dan RSUD Ratu Zalecha tak luput dari genangan banjir.

Hal ini terlihat dalam sejumlah video amatir yang dibagikan netizen di media sosial. Dari penuturan warga, genangan air yang merendam Jalan Ahmad Yani di wilayah Martapura membuat Pasar Batuah terendam hingga 10 cm.

Dalam video lain, tingginya curah hujan tersebut membuat air tidak tertampung oleh saluran drainase. Hal ini terjadi di Jalan Tanjung Rema, Jalan Sekumpul, dan Jalan Guntung Alaban. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas kendaraan roda dua dan sejumlah mobil terganggu, hingga harus mencari jalur alternatif.

Demikian juga Rumah Sakit Ratu Zaleha Martapura membuat halaman parkir dan ruang pendaftaran pasien rumah sakit terendam genangan karena diduga tingginya air di saluran drainase di Jalan Menteri Empat.

Direktur RSU Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman membenarkan hal tersebut. Genangan tersebut sempat merendam halaman parkir dan teras rumah sakit. “Tapi hanya berlangsung sekitar 10 menit lebih, dan air berangsur surut, saat hujan mulai reda,” katanya.

Kondisi yang terjadi di Kabupaten Banjar ini sebenarnya sudah diprediksi dan masuk dalam peringatan dini cuaca ekstrem oleh BMKG Kalsel. Staf Prakiraan Statmet Syamsudin Noor Banjarbaru, Adi Prakoso membeberkan bahwa tingginya curah hujan di ini dipicu oleh pola angin siklonik di utara wilayah Kalimantan Selatan.

“Kondisi ini menyebabkan perlambatan masa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalsel,” katanya.

Pihaknya mengimbau agar warga Banua untuk meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini. “Hindari aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem, khususnya ketika terjadi hujan lebat disertai petir, tanah longsor, dan angin kencang,” imbaunya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Banjir #hujan #Banjar #Tapin #cuaca