BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan pidato perdana dalam rapat paripurna DPRD Banjarmasin, Senin (3/3).
Yamin berjanji akan memberikan perhatian khusus dalam penanganan sampah yang menjadi prioritas di awal masa jabatannya.
Yamin menyoroti status Banjarmasin sebagai kota yang menghadapi "darurat sampah".
"Ini adalah permasalahan pertama yang harus kita selesaikan. Tentu penanganan sampah tidak akan berhasil tanpa partisipasi masyarakat. Kesadaran bersama untuk peduli terhadap masalah ini sangat diperlukan," ungkap Yamin didampingi Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.
Pemko akan fokus mencari solusi untuk pengelolaan sampah, baik untuk jangka pendek maupun panjang.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengajukan permohonan kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk memanfaatkan lahan tersisa di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih yang ditutup sejak 1 Februari 2025.
"Kami berupaya supaya bisa memanfaatkan TPAS kembali, entah untuk penghijauan atau fungsi lainnya. Kami akan meminta arahan dari Menteri Lingkungan Hidup terkait hal ini," tambahnya.
Ketua DPRD Banjarmasin, Rikval Fachruri mengapresiasi pidato perdana Yamin.
Ia berharap Yamin dan Ananda bisa membawa perubahan positif bagi Kota Seribu Sungai.
"Pidato ini memberikan harapan. Kami ingin wali kota dan wakil wali kota mewujudkan program-program yang dapat menjadikan Banjarmasin lebih baik, sesuai harapan masyarakat," tutur politisi Partai Golkar itu.
Masih Ingin Melobi KLH
Yamin masih ingin melobi KLH supaya bisa memanfaatkan kembali lahan di TPAS Basirih.
Kendati sebelumnya Menteri KLH Hanif Faisol Nurrafiq menyatakan bahwa membuka kembali TPAS Basirih merupakan perkara yang mustahil.
Meski demikian, Yamin berkeinginan untuk menjalin komunikasi dengan KLH untuk membahas kemungkinan dan opsi lain.
"Hari ini adalah hari pertama kami bertugas setelah retret. Kami akan segera memulai komunikasi dengan Pak Menteri. Kami juga berencana mengirimkan surat resmi untuk mempresentasikan langkah-langkah yang diambil pemko," ujar Yamin ditemui di Balai Kota, kemarin petang.
Yamin mengakui, meski situasinya pelik, tetapi ia mengatakan penting untuk mencari solusi terbaik bersama KLH untuk mengatasi persoalan darurat sampah di Banjarmasin.
"Kalau saat ini TPAS Basirih tidak memungkinkan untuk dibuka kembali, kami akan mencari alternatif terbaik. Jangan pesimis, karena dengan semangat dan kerja keras, saya yakin solusi terbaik bisa ditemukan," tutupnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief