BANJARMASIN - Harga gas LPG 3 kilogram menjelang Ramadan melonjak di tingkat pengecer. Harga di warung bisa menembus Rp35 ribu.
"Kalau beli di pangkalan Rp20 ribu, sedangkan di eceran Rp30 ribu," kata Iin, warga Jalan Veteran, Banjarmasin Timur, Jumat (28/2).
Ibu rumah tangga ini terpaksa membeli di eceran lantaran tidak mengantongi Kartu Kendali. "Yang bisa beli di pangkalan hanya warga yang punya kartu itu," ujarnya.
Melonjaknya harga gas melon disorot Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Faisal Hariyadi.
"Pemko harus mendata lebih teliti dari tingkat RT, sehingga warga yang mendapat Kartu Kendali memang benar-benar orang yang berhak mendapat gas elpiji bersubsidi," ujarnya.
Namun, Faisal juga meminta warga untuk tahu diri. "Bagi yang mampu juga harus tahu diri, tidak usah ikut-ikutan membeli gas melon," kata politikus PAN itu.
Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, Faisal Akly sudah mendapat informasi lonjakan harga ini.
"Kenaikan harga terjadi di tingkat pengecer, bukan di pangkalan," tegasnya.
Untuk mengendalikan harga, pihaknya masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Karena rencananya, para pengecer diizinkan berjualan tetapi harus mengikuti aturan main.
"Pengecer nantinya akan terdaftar sebagai sub pangkalan. Tapi Disperdagin masih menunggu regulasinya," katanya.
Ditanya berapa kuota gas LPG di Banjarmasin, Akly menekankan tidak ada kelangkaan stok.
"Kuota yang didapat wilayah Banjarmasin sebanyak 20 ribu metrik ton per tahun. Pertamina menyebut jumlah itu cukup memenuhi kebutuhan masyarakat," tutup Akly.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief