Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bioskop Bisik, Hadir untuk Penonton Disabilitas di Kalimantan Selatan

Riyad Dafhi Rizki • Jumat, 28 Februari 2025 | 09:28 WIB
INKLUSIF: FSB menghadirkan Bioskop Bisik supaya film lokal dapat dinikmati penyandang disabilitas.
INKLUSIF: FSB menghadirkan Bioskop Bisik supaya film lokal dapat dinikmati penyandang disabilitas.

BANJARMASIN – Forum Sineas Banua (FSB) menempuh langkah inklusif pecinta film di Kalimantan Selatan.

Lewat program Layar Film Banjar Inklusif, mereka menghadirkan Bioskop Bisik, sebuah terobosan agar penyandang disabilitas netra dan rungu bisa menikmati film dengan nyaman.

Program ini akan berlangsung selama enam bulan, mulai Februari hingga Juli 2025, didukung Kementerian Kebudayaan melalui Dana Abadi Kebudayaan.

Pemutaran perdana Bioskop Bisik pada Kamis (27/2) di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan, Banjarbaru.

Forum Sineas Banua mencoba mengadaptasi inovasi komunitas Fellowship of Netra Community (Fency) yang memulai Bioskop Bisik di Jakarta pada 2015.

Namun, berbeda dari pendampingan langsung ala Fency, Forum Sineas Banua menggunakan teknologi rekaman audio deskripsi.

"Pendekatan ini memungkinkan teman netra memahami adegan visual dalam film melalui narasi yang disampaikan secara detail," ujar Ridha Rezeqi Rahman, penanggung jawab program Bioskop Bisik.

Ditambah dukungan visual reader, juru bahasa isyarat, dan teman pendamping turut untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih lengkap.

Visual reader menyediakan narasi lisan yang menjelaskan adegan-adegan film, sementara juru bahasa isyarat hadir dalam bentuk video yang disandingkan dengan film untuk mempermudah teman rungu memahami cerita.

"Di sisi lain, teman pendamping bertugas mendampingi teman-teman difabel yang membutuhkan bantuan selama pemutaran berlangsung," kata pemuda yang akrab disapa Edo itu.

Program ini tak lahir begitu saja. Sebelumnya, Forum Sineas Banua menggelar focus group discussion bersama organisasi teman netra dan teman rungu pada 16 Januari 2025.

Dengan dukungan Dinas Sosial Kalimantan Selatan, langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk mendukung inklusivitas, khususnya dalam akses seni dan hiburan.

“Tahun ini menandai sembilan tahun Forum Sineas Banua memutarkan film-film lokal untuk masyarakat Kalimantan Selatan. Namun, teman-teman kita yang netra dan rungu sangat jarang mendapat kesempatan untuk menikmati karya lokal tersebut.”

Ia berharap program ini menjadi jembatan agar semua orang bisa menikmati film, tanpa terkecuali.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#sineas #bioskop #disabilitas #FSB #Film