Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Satpol PP Tabalong Dilatih Komunikasi Humanis untuk Ubah Stigma Negatif

Toto Fachrudin • Kamis, 27 Februari 2025 | 15:04 WIB
PELATIHAN: Anggota Satpol PP Tabalong mengikuti workshop komunikasi humanis yang digelar Radar Banjarmasin Institute di Fave Hotel Banjarmasin.
PELATIHAN: Anggota Satpol PP Tabalong mengikuti workshop komunikasi humanis yang digelar Radar Banjarmasin Institute di Fave Hotel Banjarmasin.

BANJARMASIN – Radar Banjarmasin Institute kembali mengadakan workshop public speaking dan komunikasi humanis bagi anggota Satpol PP Tabalong.

Kegiatan ini berlangsung di Fave Hotel Banjarmasin, mulai Kamis (26/5) hingga Sabtu (28/2).

Workshop ini merupakan gelombang kedua setelah gelombang pertama yang telah sukses digelar sebelumnya.

Jika sebelumnya diikuti oleh 35 peserta, kali ini sebanyak 31 anggota Satpol PP Tabalong turut ambil bagian.

Kepala Satpol PP Tabalong, Tazeriyanor menjelaskan bahwa tujuan utama dari workshop ini adalah meningkatkan kompetensi anggota, khususnya dalam berkomunikasi secara efektif dan humanis saat melakukan penertiban di tengah masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin anggota lebih memahami karakter masyarakat yang beragam sehingga pendekatan yang dilakukan bisa lebih humanis,” ujarnya.

Tazeriyanor menambahkan, para peserta mendapatkan berbagai masukan dari narasumber terkait trik-trik komunikasi yang efektif.

"Harapannya, anggota kami bisa membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, sehingga masyarakat memahami tugas dan fungsi Satpol PP. Sebaliknya, kami pun bisa lebih memahami masyarakat," imbuhnya.

Selama workshop, para peserta mendapatkan materi seputar trik komunikasi efektif dari narasumber utama, Toto Fachruddin, Wakil Direktur Radar Banjarmasin.

Workshop Public Speaking untuk Satpol PP Tabalong: Bangun Komunikasi Humanis

Photo
Photo

Radar Banjarmasin Institute kembali mengadakan workshop public speaking dan komunikasi humanis bagi anggota Satpol PP Tabalong. Kegiatan ini berlangsung di Fave Hotel Banjarmasin, mulai Kamis (26/5) hingga Sabtu (28/2). Workshop ini merupakan gelombang kedua, melanjutkan kesuksesan gelombang pertama sebelumnya.

Jika pada gelombang pertama diikuti oleh 35 peserta, kali ini sebanyak 31 anggota Satpol PP Tabalong turut serta. Kepala Satpol PP Tabalong, Tazeriyanor, menjelaskan bahwa tujuan utama workshop ini adalah meningkatkan kemampuan anggota dalam berkomunikasi secara efektif dan humanis saat bertugas di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin anggota lebih memahami karakter masyarakat yang beragam, sehingga pendekatan yang dilakukan bisa lebih humanis,” kata Tazeriyanor.

Selama workshop, para peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber utama, Toto Fachruddin, Wakil Direktur Radar Banjarmasin.

Toto menyampaikan, pentingnya komunikasi yang humanis untuk mengikis stigma negatif yang kerap melekat pada Satpol PP.

"Komunikasi yang humanis adalah kunci untuk membangun hubungan yang lebih baik antara petugas dan masyarakat," jelas Toto.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan public speaking adalah untuk mempersuasi dan memengaruhi audiens.

Dalam konteks ini, persuasi diarahkan kepada warga yang melanggar peraturan agar memahami aturan, tanpa menimbulkan konflik.

Tak hanya teori, peserta juga diajak bersimulasi menghadapi berbagai situasi lapangan.

Photo
Photo

Salah satu anggota Satpol PP mengungkapkan sering merasa kesal saat berhadapan dengan pedagang kaki lima yang keras kepala.

Toto pun memberikan solusi berupa pengendalian emosi dan pendekatan personal.

"Emosi petugas bisa berdampak buruk terhadap citra institusi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membaca situasi, memahami fungsi kerja, dan membangun pendekatan komunikasi yang baik," ungkapnya.

Toto menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mencairkan suasana, seperti menyapa pedagang dan menanyakan kabar mereka.

"Misalnya, tanyakan kondisi dagangan, kabar keluarga, atau hal-hal baik lainnya. Pendekatan seperti ini bisa menciptakan suasana yang lebih ramah," sarannya.

Setelah suasana cair, anggota Satpol PP dapat menyampaikan maksud dan tujuan mereka dengan lebih santun.

"Jika pedagang masih belum mau pergi, beri waktu sekitar 15-20 menit. Jangan langsung menjauh, duduklah di samping mereka. Ini adalah cara komunikasi nonverbal untuk menyampaikan bahwa secara halus kita meminta mereka beranjak,” jelas Toto.

Menurutnya, metode ini lebih efektif dibandingkan mengusir secara kasar. “Daripada harus memaksa, cara ini lebih humanis dan bisa membangun hubungan yang lebih baik,” tambahnya.

Toto, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, berharap pelatihan ini dapat melahirkan mediator andal dari Satpol PP Tabalong.

"Setelah pelatihan ini, kami berharap anggota Satpol PP mampu mempraktikkan komunikasi yang efektif dan humanis, sehingga mereka tidak hanya dipandang sebagai penegak aturan, tetapi juga mitra masyarakat yang membantu menciptakan keteraturan dengan cara yang santun," tutupnya.

Editor : Arief
#Tabalong #humanis #Radar Banjarmasin Institute #satpol pp #komunikasi