Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ananda Langsung Gaspol, Tutup 2 Tempat Sampah Ilegal di Banjarmasin

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 26 Februari 2025 | 07:57 WIB
DIBERSIHKAN: Armada Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin mengangkut tumpukan sampah di Jalan Wali Kota Ibnu Sina, Selasa (25/2).
DIBERSIHKAN: Armada Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin mengangkut tumpukan sampah di Jalan Wali Kota Ibnu Sina, Selasa (25/2).

BANJARMASIN – Hari kedua Wakil Wali Kota Banjarmasin bekerja, tempat-tempat penampungan sementara (TPS) bermasalah ditutup. Ananda bahkan turun sendiri, memantau proses penutupan itu sejak Selasa (25/2) dini hari.

Penutupan ini tindak lanjut hasil rapat koordinasi di Balai Kota, Senin (24/2).

Dua TPS liar yang ditutup berada di Jalan Wali Kota Ibnu Sina dan Jalan Simpang Empat Gerilya, Banjarmasin Selatan.

"TPS ilegal di lokasi ini sudah menjadi momok selama bertahun-tahun. Pernah dibersihkan, tetapi kemudian kembali menjadi tempat tumpukan sampah," ujar mantan Ketua DPRD Banjarmasin itu.
Tak hanya menutup TPS liar, Ananda juga membenahi TPS resmi di Jalan RK Ilir.

TPS ini overload. Sering menjadi keluhan warga karena sampahnya meluber menutupi jalan.
Setelah ditutup, sampah diangkut puluhan truk dan dibuang ke TPA Regional Banjarbakula di Banjarbaru.

"Dalam 2x24 jam permasalahan di tiga TPS ini sudah harus selesai," tegas Ananda.

Setelah dibersihkan, area eks TPS akan disemprot dengan eco-enzyme untuk menghilangkan bau dan mencegah penyebaran penyakit.

Ananda juga menempatkan Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup untuk berjaga secara bergantian di ketiga lokasi tersebut.

"Guna memastikan tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan di lokasi ini," kata politikus Nasdem itu.

Langkah lain, pemko juga akan mengoptimalkan upaya pemilahan sampah di TPS3R (reduce, reuse, recycle).

"Nanti kawan-kawan pemulung akan kami berdayakan untuk membantu proses pemilahan di sana," katanya.

Ananda juga mengungkap rencana hasil diskusi dengan Prof Khensi Kenta, pakar tata kota asal Jepang.

Pemko tengah menimbang penggunaan incinerator (tungku pembakaran) di setiap kelurahan untuk mengurai sampah secara lebih efisien.

"Untuk sampah skala kelurahan, incinerator ini bukan barang mahal. Prof Khensi Kenta merekomendasikan perusahaan di Yogyakarta yang bisa membuat incinerator murah, aman, dan tidak menghasilkan asap berbahaya," jelas Ananda.

TPS Lain Tunggu Giliran

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love memastikan TPS bermasalah di lokasi lainnya akan segera dibenahi.

"Secara bertahap, TPS lain juga akan dibenahi," ujar Alive.

DLH juga akan bekerja sama dengan Satpol PP dan kecamatan guna menempatkan petugas di TPS liar yang telah ditutup.

"Kami bergantian berjaga dengan Satpol PP dan kecamatan. Setiap instansi akan menugaskan 10 orang," tuturnya.

Masyarakat yang ingin membuang sampah akan diarahkan ke lahan yang telah disediakan kelurahan, yang juga akan dimanfaatkan untuk pemilahan sampah.

Sementara itu, Satpol PP juga berkomitmen menjaga kebersihan di tiga TPS yang baru saja ditertibkan.

"Kami pastikan anggota akan berjaga di lokasi ini selama 1x24 jam, mulai hari ini dan seterusnya," ujar Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.

Selain pengawasan, Satpol PP juga terlibat dalam proses pembersihan sampah di ketiga titik tersebut.

"Targetnya, pembersihan selesai dalam waktu satu hari," ucapnya.

Muzaiyin menegaskan, sanksi yustisi akan dijatuhkan jika ada warga yang masih membuang sampah di lokasi yang telah ditutup.

"Kami akan menegakkan perda yang berlaku," tegasnya.

Terpisah, Camat Banjarmasin Selatan, Firdaus mengatakan pihaknya berperan mengedukasi masyarakat pemilahan hingga pengolahan sampah.

"Lebih bijak dalam memilah sampah. Misalnya, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis seperti kertas, besi, dan plastik dipisahkan,” ujarnya.

Sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dijual dapat menjadi peluang ekonomi jika diolah dengan baik.

"Jadi, hanya sampah yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi yang dibuang," tambahnya.
Firdaus optimis, jika kebiasaan memilah sampah ini diterapkan warga, tumpukan sampah di Banjarmasin akan berkurang secara signifikan.

"Kita tidak bisa menghilangkan sampah sepenuhnya, tapi kita bisa menguranginya," tutupnya. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #ilegal #ananda #Sampah #TPS