Yamin dan Ananda bertekad, dalam 100 hari kerja pertama, situasi darurat sampah di Banjarmasin bisa diatasi.
*****
BANJARMASIN - Tantangan besar telah menanti duet politikus Gerindra dan Nasdem tersebut.
Banjarmasin saat ini berstatus darurat sampah. Buntut penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih di Jalan Gubernur Subarjo. Sanksi itu dijatuhkan Kementerian Lingkungan Hidup pada 1 Februari 2025 lalu.
Usai dilantik, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mesti menjalani retret selama sepekan di Akademi Militer Magelang bersama ratusan kepala daerahnya.
Tetapi ia memastikan, pemko tak perlu menunggu dirinya. Sebab Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda akan langsung pulang ke Banua dan bekerja bersama SKPD terkait.
"Sebenarnya kami punya 22 program kerja. Namun saat ini kami mau menambahkan penanganan masalah sampah dan sungai menjadi prioritas," ujar Yamin di Jakarta, Kamis (20/2).
Diceritakannya, sebelum dilantik, ia dan Ananda sudah beberapa kali berdialog dengan para akademisi terkait penanganan sampah. Dari situ muncul konsep bagaimana mengelola TPA Basirih di masa depan.
Selanjutnya, konsep itu akan dibawa ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk dipresentasikan. Harapannya, KLH memberikan kelonggaran, supaya TPA di Banjarmasin Selatan itu bisa kembali dibuka untuk pengolahan sampah.
"Kami berharap, setelah 100 hari kerja, persoalan sampah ini bisa terselesaikan," tegas mantan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin itu.
Rencananya, Ananda akan memimpin apel perdana di Balai Kota di Jalan RE Martadinata Nomor 1, Senin (25/2) depan.
Sejumlah agenda terkait penanganan sampah telah menunggu. Salah satunya, pertemuan dengan profesor dari Jepang yang ahli tata ruang.
"Beliau datang ke Banjarmasin untuk memberikan masukan kepada pemko terkait darurat sampah. Jadi kita akan langsung bekerja," kata pria 43 tahun itu.
Yamin dan Ananda adalah pemenang Pilkada 2024. Presiden Prabowo Subianto melantik mereka menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin periode 2025-2030 di Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis (20/2).
"Saudara-saudari telah mendapatkan kepercayaan dari rakyat dan kini mengemban tugas sebagai pelayan dan abdi rakyat," ujar Prabowo dalam pidatonya.
"Tugas kita adalah melayani dan memperjuangkan kehidupan rakyat yang lebih baik," pesan presiden.
Yamin tampak optimistis. Apalagi untuk pertama kalinya dalam sejarah politik Indonesia, para bupati dan wali kota tidak dilantik gubernur. Melainkan oleh presiden.
"Biasanya, kepala daerah dilantik gubernur. Kali ini, kami langsung dilantik presiden. Ini menjadi momen bersejarah," ucapnya.
Yamin berharap pelantikan serentak ini sebagai langkah awal untuk menyelaraskan visi pembangunan pemerintah pusat dan daerah. Dari situ, masyarakat Banjarmasin akan mendapat maslahat.
Titip Harapan untuk Yamin dan Ananda
MANTAN Wali Kota Banjarmasin dua periode, Ibnu Sina menyampaikan harapan besar kepada penerusnya.
"Selamat untuk pelantikan Muhammad Yamin sebagai Wali Kota Banjarmasin dan Ananda sebagai Wakil Wali Kota Banjarmasin periode 2025-2030. Semoga sukses dalam memimpin Kota Banjarmasin," ujar Ibnu, Kamis (20/2).
Ibnu Sina berharap kepemimpinan Yamin dan Ananda mampu melanjutkan pembangunan Kota Seribu Sungai ke arah yang lebih maju dan sejahtera.
"Kita sebagai warga Banjarmasin siap membantu jika diperlukan, terutama untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan sebelumnya," kata Ketua DPW Partai Demokrat Kalimantan Selatan itu.
Ibnu menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
"Saya berharap semangat gotong royong tetap dijaga. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun kota ini menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.
Harapan Warga
Nur Mustaqim, salah seorang warga Banjarmasin Tengah, berharap Yamin dan Ananda dapat meneruskan hal-hal baik dari pemimpin sebelumnya.
"Namun, jika ada kebijakan yang dirasa kurang tepat, saya berharap bisa diperbaiki di bawah kepemimpinan yang baru ini," ujarnya, kemarin.
Mutaqim menyoroti darurat sampah sebagai tantangan utama. "Selain itu, infrastruktur dan pendidikan juga perlu diperbaiki," tambah warga Jalan Rawasari itu.
Ia juga meminta penanganan banjir rob mendapat perhatian khusus. "Agar setiap tahun, permukiman dekat sungai tidak lagi terendam," ucapnya.
Tak hanya masalah besar seperti banjir dan sampah, Mustaqim juga menyoroti permasalahan tarif parkir di Banjarmasin.
"Kami ingin tarif parkir bisa diturunkan lagi seperti dulu, cukup Rp2 ribu saja (untuk sepeda motor)," harapnya.
Sedangkan Rahmadi, warga lainnya, berharap pemko di bawah pemimpin baru lebih memperhatikan hak pejalan kaki.
"Trotoar di Banjarmasin masih banyak yang rusak atau dipakai untuk parkir dan pedagang kaki lima. Kami sebagai pejalan kaki merasa kesulitan," ujarnya.
Selain itu, Rahmadi juga menginginkan lebih banyak taman sebagai tempat rekreasi yang murah dan sehat.
"Saat ini ruang terbuka hijau masih terbatas. Kota kita butuh lebih banyak tempat untuk bersantai dan berolahraga," ujar warga Pasar Lama itu.
Sementara Khairunnisa berharap Yamin dan Ananda lebih memperhatikan generasi muda.
"Anak muda Banjarmasin punya banyak potensi, tapi kadang kurang difasilitasi. Saya harap ada lebih banyak program pelatihan dan beasiswa untuk mendukung kami," kata warga Mantuil ini.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor ekonomi kreatif untuk membuka lapangan kerja baru.
"Banjarmasin punya banyak potensi kreatif, seperti seni, musik, dan kerajinan tangan. Kalau pemerintah mendukung, ini bisa jadi peluang ekonomi," ujar Ayu, sapaannya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief