Ia dirawat karena komplikasi ginjal dan jantung.
Rumah duka Yulian terletak di Jalan Bina Satria, Komplek Murni Lestari RT 5/2, Kelurahan Loktabat Utara.
Baca Juga: Digelar dengan Meriah, MTQN ke-55 Pulau Sebuku Resmi Dibuka
Banyak sahabat dan kolega yang merasa kehilangan sosok Yulian, yang dikenal sebagai fotografer handal dan pencinta seni.
Ketua Harian Dewan Kesenian Banjarbaru, Yani Makkie, mengungkapkan rasa duka mendalamnya.
"Saya sudah mengenal almarhum sejak lama. Dia adalah orang baik, pekerja keras, dan bertanggung jawab, terutama terhadap keluarganya," ungkap Yani.
Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin Mengaku Tekor karena Sampah, Komisi III Tolak Pemakaian BTT
Ia menambahkan bahwa Yulian selalu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tidak pelit berbagi ilmu, khususnya dalam bidang fotografi.
"Semoga kepulanganmu di hari yang baik ini dirahmati Allah dalam keadaan Husnul khatimah. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran," doanya.
Rekan Yulian, Rico Hasyim, juga mengenang sosoknya. "Saya mengenal beliau sejak tahun 2010. Yulian adalah pribadi yang baik dan mencintai dunia fotografi. Bersama Budi Kurniawan dan Abdulrahman Muda Sagala, kami menginisiasi komunitas bernama Kelompok Pengabadi Senja," terangnya.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Banjarmasin Masih Simulasi
Rico menambahkan bahwa Yulian turut berperan dalam mempromosikan Danau Seran sebagai objek wisata di Banjarbaru.
"Kami bersama-sama mempromosikan Danau Seran sebagai salah satu objek wisata," jelasnya.
Rico juga mengungkapkan bahwa Yulian sempat berbicara tentang kesehatan. "Dua pekan lalu, kami sempat berbincang soal kesehatan. Yulian mengalami serangan jantung setelah pulang dari kegiatan keluarga di Bandung," ujarnya.
Baca Juga: WFA Hanya Cocok untuk Jakarta? Begini Kata Ibnu Sina Wali Kota Banjarmasin
Selain aktif di komunitas fotografi, Yulian juga bekerja sebagai pegawai pelaksana di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarbaru.
Ia juga merupakan saksi kejadian tragedi Jumat Kelabu, di mana ia bertugas menginventarisir kerugian pasca-tragedi tersebut.
Yulian dimakamkan di TPU Guntung Lua Banjarbaru setelah salat Jumat.
Editor : M. Ramli Arisno