BANJARMASIN – Gubernur Kalsel H Muhidin meluncurkan Kapal Layar Motor (KLM) Wisata Pinisi "Barito River Cruise" di Pelabuhan Penumpang Bandarmasih, Trisakti Banjarmasin, Rabu (13/2). Bahkan, H Muhidin didampingi Ketua TP-PKK Kalsel Hj Fathul Jannah dan jajaran Forkopimda langsung melakukan perjalanan perdana di Sungai Barito.
Turut serta dalam perjalanan perdana ini adalah Kapolda Kalsel Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Direktur Utama PT Ambapers Zulfadli Gazali, Plh Sekdaprov Muhammad Syarifuddin, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, unsur forkopimda lainnya, serta para Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 dari Banjarmasin, Tanjung Perak Surabaya, dan Tarakan.
Kapal pinisi ini didatangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kalsel, PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) dari Makassar, Sulawesi Selatan. Usai melakukan perjalanan sekitar 1,5 jam itu, H Muhidin merasakan sensasi tersendiri saat berada dalam kapal.
Makan bersama di atas kapal sambil menikmati pemandangan sungai Barito dengan hembusan angin. Membuat kapal terasa berayun-ayun, sehingga sangat cocok untuk rekreasi bersama keluarga. "Sensasinya, kita tadi makan-makan, dengan goyangannya. Apalagi di atas (anjungan, red) tadi, anginnya bagus, seperti di kapal Titanic," ujar H Muhidin yang sempat foto dengan istri berpose seperti Jack dan Rose di film Titanic.
H Muhidin mengajak semua warga Banua dan wisatawan Indonesia untuk mencoba dan menikmati sensasi menaiki kapal wisata pinisi ini. “Mumpung masih harga diskon, ayo dicoba kapal wisata ini. Selain menikmati perjalanannya, juga sudah mendapatkan paket makanan,” seru H Muhidin.
Sebelumnya menaiki kapal, H Muhidin menjadi pembeli tiket pertama. H Muhidin berharap keberadaan KLM "Barito River Cruise" bukan sekadar menjadi daya tarik baru di Kalsel, tapi juga sebagai pembuktian bahwa potensi wisata bahari di Sungai Barito bisa terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan. "Sungai Barito bukan sekadar jalur transportasi perekonomian masyarakat, tapi menyimpan sejarah yang luar biasa," ujar H Muhidin.
Menurutnya, KLM ini akan menyuguhkan pengalaman unik bagi masyarakat lokal, wisatawan Nusantara maupun luar negeri, dari sudut yang berbeda.
Zulfadli Gazali menyebut sebelum kerja sama mendatang kapal ini, mereka telah melakukan kajian untuk menggali potensi DAS Barito. Dari kajian itu, diketahui ada peluang pengembangan usaha untuk meningkatkan pemanfaatan DAS Barito ini sebagai alur logistik. Jadi dapat dimaksimalkan untuk menghubungkan transportasi ke wilayah IKN di Kaltim, dan pengembangan destinasi wisata di sepanjang DAS.
Pihaknya berharap pengembangan pariwisata dengan KLM pinisi ini mampu meningkatkan minat masyarakat Kalsel terhadap wisata bahari. Kapal pinisi ini beroperasi dengan dua rute reguler yakni rute pendek dan rute panjang.
Rute pendek dimulai dari Basirih-Banjar Raya, dan Pulau Kembang sekitar dua jam perjalanan yang dilengkapi konsumsi bagi penumpang. Rute berawal dari Banjar Raya mengelilingi Pulau Kembang, dan menikmati sunset sekitar dua jam dengan fasilitas konsumsi dan hiburan.
Rute kedua, jarak jauh. Dari Basirih ke Jembatan Barito (PP) dengan estimasi waktu perjalanan tiga jam. Kapal berkapasitas sekitar 40 orang ini juga bisa dipesan melalui online untuk keperluan khusus, seperti wedding dan event lain yang bersifat khusus.
Untuk mendapatkan tiket kapal wisata pinisi ini, warga atau wisatawan bisa membeli melalui aplikasi yang ada di Bank Kalsel dengan fitur Aksel Fun.(sal/adpim)