Baru awal tahun, sudah dua pelajar tewas gantung diri di Banjarbaru. Ini perlu jadi perhatian pihak terkait, termasuk orang tua agar lebih intens mengawasi anak-anaknya.
*****
BANJARBARU - Kasus gantung diri pertama terjadi pada Rabu (29/1) di Kecamatan Landasan Ulin. Korbannya seorang siswi SMP. Remaja tersebut diketahui kerap berhalusinasi, yang diduga kuat menjadi penyebab ia nekat mengakhiri hidup.
Beberapa hari kemudian, kasus kedua terjadi di Kecamatan Banjarbaru Selatan pada Selasa (4/2) tadi. Seorang siswi SMA ditemukan tergantung di dapur rumahnya. Kepolisian menerangkan, korban rutin menjalani perawatan di rumah sakit jiwa dan sering mendapat bisikan untuk mengakhiri hidupnya.
Terkait dua kasus tersebut, Kepala UPTD PPA pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Banjarbaru, Lia Rahmawati mengatakan, usia remaja memang rentan bunuh diri.
Karena menurutnya, saat usia tersebut, para remaja mencari jati dirinya. Sehingga apabila pondasi mental spritual dan sosial yang tidak stabil, maka mereka tidak bisa meregulasi emosi dan menyebabkan pikiran-pikiran negatif.
"Kemudian mengambil keputusan tanpa berpikir baik atau buruknya, apalagi ditambah dengan kesehatan mental anak yang masih dalam perawatan psikolog atau psikiater," jelasnya.
Keluarga dan Sekolah Harus Peka
Sementara itu, Kepala DP3APMP2KB Banjarbaru Erma Epiyana menyampaikan, kejadian bunuh diri dari kalangan siswa dan siswi baru kali ini terjadi.
"Padahal pencegahan kekerasan, baik itu bullying dan sebagainya, serta bagaimana menjaga kesehatan mental sudah kami sosialisasikan di sekolah," ungkapnya.
Terkait masih adanya remaja yang bunuh diri, Epi mengakui hal itu tidak lepas dari peran semua pihak. Baik lingkungan keluarga maupun sekolah. "Dari keluarga dan sekolah yang sangat berperan menjaga dan harus peka terhadap anak-anak," imbuhnya.
Epi berpesan agar jangan lupa untuk mencari bantuan dari profesional seperti psikolog atau psikiater ketika menghadapi permasalahan mental anak-anak.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief