Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif TNI AD untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dandim 1001/HSU-BLG, Letkol Kav Gunantyo Ady Wiryawan, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal, tetapi juga untuk memberikan contoh usaha mandiri kepada masyarakat sekitar.
Baca Juga: Penutupan TPAS Basirih Banjarmasin Seakan Tampar Pemerintah, Pengamat: Ambil Hikmahnya dan Berbenah
“Kami melaksanakan budidaya ayam dan ikan air tawar konsumsi,” ujarnya saat diwawancarai media pada Jumat, 7 Februari 2025.
Lebih lanjut, Letkol Gunantyo menambahkan bahwa hasil dari budidaya ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha serupa.
“Kami memanfaatkan sisa ruang yang ada di kodim maupun koramil untuk membudidayakan ayam dan ikan dengan bibit yang unggul,” jelasnya.
Baca Juga: Ramadan, Rumah Biliar Wajib Tutup, Komisi I Tegaskan Tidak Ada Toleransi
Program ini melibatkan para prajurit, khususnya Babinsa, dalam pemeliharaan ternak, mulai dari pemberian pakan hingga perawatan kesehatan.
Selain berdampak pada aspek ekonomi, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota Kodim 1001.
“Program ini mengadopsi sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan, khususnya untuk ternak ayam petelur,” ungkapnya.
Baca Juga: Remaja 16 Tahun di Tabalong Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung, Pelaku Ditangkap Polisi
Kotoran ayam yang dihasilkan akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman polybag, menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
“Inisiatif ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas, baik bagi prajurit maupun masyarakat sekitar,” tutup Dandim.
Dengan budidaya ayam dan ikan ini, Kodim 1001 HSU/BLG menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian pangan di wilayahnya.
Editor : M. Ramli Arisno