Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Progres Tahap I Proyek Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai Sudah 98 Persen

Endang Syarifuddin • Kamis, 6 Februari 2025 | 13:58 WIB
Proyek tahap pertama Jembatan Cemara Ujung - Sungai Andai di Banjarmasin Utara sudah mencapai 98 persen.
Proyek tahap pertama Jembatan Cemara Ujung - Sungai Andai di Banjarmasin Utara sudah mencapai 98 persen.

 

BANJARMASIN - Sempat molor, proyek tahap pertama pembangunan Jembatan Cemara Ujung - Sungai Andai Banjarmasin sudah hampir rampung.

"Progres Jembatan Cemara Ujung - Sungai Andai sudah 98 persen," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pendataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah usai pertemuan dengan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (6/2/2025).

Yang masih dalam proses pengerjaan adalah pemasangan oprit dan finishing di beberapa titik lokasi jembatan. "Sisa dua persen saja," imbuhnya.

Tahap kedua akan dilanjutkan pada tahun 2025 ini. Rencananya pengerjaan pemasangan rangka baja. Saat ini PUPR sedang memproses pengadaan anggaran.

"Harapannya sudah bisa digunakan pada tahun ini," imbuhnya.

Proyek pembangunan jembatan ini menghabiskan Rp22 miliar. Pemkot menganggarkan dua tahap. Dari APBD 2024 Rp12 miliar dan APBD Perubahan 2024 Rp10 miliar.

Tahap pertama pengerjaan fondasi dan rangka bawah. Kemudian pembelian bahan material untuk rangka atas. Tahap kedua fokus pada pemasangan rangka atas dan pembelian material tambahan.

Jembatan ini akan dibangun dengan desain jembatan gantung sepanjang 260 meter. Bentangnya 80 meter, selebihnya untuk jembatan pendekar, oprit dan jalan pendekat.

Pekerjaannya sempat terlambat karena sesuai kontrak seharusnya sudah selesai 27 Desember 2025.

Jembatan ini bertujuan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Sebelumnya Komisi III DPRD Kota Banjarmasin sempat memprotes desain jembatan gantung yang dipilih PUPR. Dewan menyarankan untuk membangun jembatan permanen, supaya tak hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

 

Meski demikian, PUPR tetap dengan pendiriannya. Pertimbangannya, lokasi jembatan ini berasa di jalan perumahan. Alasan lain adalah lebih hemat di ongkos.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#proyek #dprd #banjarmasin #jembatan #komisi iii #pupr