BANJARMASIN – Sebanyak 148 siswa berprestasi SMAN 1 Banjarmasin mendapat "kesempatan emas" untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Ratusan siswa ini dipilih berdasarkan peringkat yang disusun dari nilai rapor semester 1 sampai 5. Sesuai kuota yang ditetapkan, yakni 40 persen dari total siswa kelas 12 di sekolah tersebut.
Salah satu siswa yang tengah berjuang adalah Gytha Namira Ramadhenta, siswi kelas 12 J.
Ia pengin masuk prodi manajemen di Universitas Airlangga, Surabaya. "Sejak semester satu, saya selalu belajar sungguh-sungguh agar menjadi siswa eligible," ujar Gytha.
Senada dengan Pandu Satrio, siswa lain yang memilih prodi sistem informasi di Unair.
Sebagai pengurus OSIS, Pandu melihat SNBP sebagai peluang besar yang tak boleh dilewatkan.
"Ini kesempatan untuk mencoba beberapa kampus ternama di Indonesia. Saya optimistis bisa lolos," ungkapnya.
Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan Amadhy mengatakan dukungan kepada siswa diberikan dalam bentuk bimbingan belajar hingga pendampingan teknis selama proses pendaftaran.
"Kami bekerja sama dengan lembaga bimbel untuk menganalisis rasio keberhasilan siswa berdasarkan data SNBP sebelumnya. Selain itu, operator di laboratorium komputer juga kami siapkan untuk memastikan tidak ada kendala teknis saat pendaftaran," kata Fery.
Fery mengungkap, sekolah memang mendorong siswanya untuk memilih PTN di luar Kalimantan Selatan.
"Kami ingin mereka belajar mandiri dengan kuliah jauh dari rumah. Ini juga menjadi pelajaran hidup untuk mereka," ujarnya.
Di tempat lain, MAN 1 Banjarmasin juga tak mau ketinggalan. Sebanyak 40 persen siswa kelas 12 dengan nilai rapor terbaik turut bersaing masuk PTN melalui jalur SNBP.
Salah satu siswi yang penuh semangat adalah Pilar Ardina, kelas 12 IPA 1. Dengan nilai rata-rata 92 di mata pelajaran matematika, Pilar optimistis bisa diterima di prodi pendidikan matematika Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
"Sejak semester 1, saya berkomitmen menjaga nilai matematika tetap stabil di setiap ujian," ujarnya.
Sementara teman sekelasnya, Ahmad Yudhi Darmawan mengincar Fakultas Kedokteran ULM. Dengan nilai rata-rata biologi 91 dan kimia 93, Yudhi optimistis bisa lolos.
"Saya yakin peluang besar ada di tangan, tapi tetap bersiap untuk mengikuti UTBK ( Ujian Tulis Berbasis Komputer) jika gagal di SNBP," ucap Yudhi realistis.
Kepala MAN 1 Banjarmasin, Naimah mengungkap proses SNBP tahun ini berjalan lancar. Dari total 250 siswa kelas 12, sebanyak 100 siswa memenuhi kriteria seleksi.
"Mayoritas siswa memilih PTN di Kalsel, meskipun ada juga yang memutuskan mundur karena ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan," jelas Naimah.
Ia berharap siswa yang mengikuti SNBP dapat diterima di PTN impian mereka. "Tidak semua siswa mendapat kesempatan ini, jadi manfaatkan dengan sebaik mungkin," pesan Naimah.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief