Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

TMC Diklaim Optimal Kurangi Hujan, Kalsel Minta Tambah ke BNPB Tanggal 8-9 Februari

M Oscar Fraby • Selasa, 4 Februari 2025 | 11:17 WIB
PESAWAT BNPB: Kondisi banjir yang melanda di sejumlah wilayah Kalsel dikurangi dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). (Foto: Pemprov Kalsel untuk Radar Banjarmasin)
PESAWAT BNPB: Kondisi banjir yang melanda di sejumlah wilayah Kalsel dikurangi dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). (Foto: Pemprov Kalsel untuk Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diklaim optimal selama dua hari sejak 29 Januari sampai 30 Januari lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menyebut, dalam beberapa hari terakhir awan-awan hujan, terutama yang berada di daerah pesisir selatan Kalsel tidak bergeser ke kawasan daratan. Potensi turun hujan pun menurun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menyebut dari analisis BMKG, potensi hujan di kawasan daratan mulai berkurang.

“Operasi TMC cukup mengurangi potensi hujan yang berasal dari awan-awan di bagian selatan. Walaupun tidak melingkupi seluruh wilayah Kalsel, masih dapat memberi dampak untuk mengurangi risiko banjir karena curah hujan yang sebelumnya tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, operasi teknologi modifikasi cuaca ini idealnya dilakukan lebih lama. Supaya mendapat hasil yang lebih maksimal. “Ini yang kami upayakan. Agar BNPB bisa kembali melakukan kegiatan serupa di Kalsel,” tuturnya.

Usulan melakukan TMC kembali di awan Kalsel sudah diusulkan pihaknya dan langsung diminta oleh Gubernur Kalsel Muhidin. Dalam surat permohonan itu, pemprov meminta bantuan agar BNPB kembali membantu kegiatan TMC pada tanggal 8-9 Februari 2025 mendatang.

Terlebih, di tanggal tersebut Kalsel menjadi tuan rumah event nasional skala besar, yakni peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Dalam agenda besar pers ini, direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Semoga permohonan ini kembali direspons cepat. Sebagai bukti, sejak dilaksanakan TMC, intensitas hujan di Kalsel cenderung menurun,” bandingnya.

Seperti diketahui, TMC ini tidak murah biayanya. Sekali operasi TMC memerlukan biaya sekitar Rp400 juta. Anggarannya menyesuaikan pada ketersediaan dana dari BNPB.

Gubernur Kalsel Muhidin menyampaikan sebelumnya, program TMC ini akan menjadi fokus utama pemprov ke depan. Tak hanya diterapkan saat musim kemarau, teknologi ini juga akan digunakan pada musim hujan untuk mengurangi risiko banjir. “Tahun depan, akan dianggarkan,” janjinya.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto sebelumnya menerangkan modifikasi cuaca ini bukan untuk menghilangkan hujan. Namun, mengurainya. Bahkan, operasi modifikasi cuaca ini dikaji lebih dulu bersama BMKG, apakah bisa dilakukan atau tidak.

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi memang perlu diturunkan dengan mengendalikannya. Caranya, dengan melakukan modifikasi cuaca dengan cara redistribusi curah hujan ke beberapa titik aman. Salah satunya ke kawasan laut. “Garam dan kapur tohor dijatuhkan di laut. Curah hujan di daratan pun akan berkurang,” terang Agus.

Dengan taburan garam tersebut, akan mempercepat turunnya hujan sebelum awan mencapai daratan. Sedangkan kapur tohor membuyarkan awan agar hujan tak terjadi. “Ada dua metodenya, mempercepat dan membuyarkan. Dua skema atau dua teknologi ini yang digunakan,” jelasnya.

BNPB sering menggunakan teknologi ini saat musim hujan. Demi mencegah longsor akibat curah hujan tinggi. “Teknologi ini masih relevan untuk mitigasi bencana, khususnya mengurangi curah hujan dengan intensitas tinggi,” tuntasnya

Misi Mengurangi Hujan di Kalsel

- BNPB melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Kalsel selama dua hari pada 29-30 Januari tadi.
- Operasi TMC ditujukan untuk mengurangi potensi hujan dari awan-awan di bagian selatan.
- Dengan taburan garam mempercepat turunnya hujan sebelum awan mencapai daratan. Sedangkan kapur tohor disemai untuk membuyarkan awan agar hujan tak terjadi.
- Hasilnya, intensitas hujan yang tadinya sangat tinggi di daratan menjadi menurun, dan memberi dampak terhadap surutnya banjir di sejumlah wilayah.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#hujan #Modifikasi Cuaca #tmc #Kalsel