Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemprov Minta BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Hari Kunjungan Presiden Prabowo ke Kalsel

M Oscar Fraby • Senin, 3 Februari 2025 | 12:47 WIB
Pesawat BNPB yang melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) pada akhir Januari 2025 kemarin.
Pesawat BNPB yang melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) pada akhir Januari 2025 kemarin.

 

BANJARMASIN – Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang diterapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama dua hari pada 29-30 Januari 2025 lalu di Kalimantan Selatan diklaim optimal.

Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan dalam beberapa hari terakhir awan-awan hujan terutama yang berada di daerah pesisir selatan Kalsel tidak bergeser ke daratan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi mengatakan dari analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi hujan di kawasan daratan mulai berkurang.

“Operasi TMC mengurangi potensi hujan yang berasal dari awan-awan di bagian selatan. Walaupun tidak melingkupi seluruh wilayah Kalsel. Namun masih berdampak untuk mengurangi risiko banjir karena curah hujan yang sebelumnya tinggi,” ujar Bambang.

Menurutnya, idealnya operasi modifikasi cuaca ini berlangsung lebih lama. “Ini yang sedang kami upayakan. Agar BNPB bisa kembali melakukan kegiatan serupa di Kalsel,” tuturnya.

Usulan tersebut sudah diusulkan Gubernur Kalsel, Muhidin. Dalam surat permohonan itu, pemprov meminta bantuan agar BNPB kembali menggelar TMC pada tanggal 8-9 Februari 2025 mendatang.

Sebab di tanggal tersebut Kalsel menjadi tuan rumah event nasional berskala besar, yakni peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

“Semoga permohonan ini direspons cepat,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto menerangkan modifikasi cuaca ini bukan untuk menghilangkan hujan, namun mengurainya.

Teknisnya, meredistribusi curah hujan ke beberapa titik aman. Salah satunya ke kawasan laut. “Garam dan kapur tohor dijatuhkan di laut. Curah hujan di daratan pun akan berkurang,” terang Agus.

Dengan taburan garam tersebut, akan mempercepat turunnya hujan di laut sebelum awan mencapai daratan. Dan Kapur tohor membuyarkan awan agar hujan tak terjadi.

“Ada dua metode, mempercepat dan membuyarkan,” jelasnya.  

“Teknologi ini masih relevan untuk mitigasi bencana, khususnya mengurangi curah hujan intensitas tinggi,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#BPBD #prabowo #tmc #Kalsel #hpn #teknologi modifikasi cuaca #bnpb #muhidin