BANJARMASIN – Pelantikan kepala daerah terpilih yang dijadwalkan pada 6 Februari 2025 nanti ditunda. Penundaan itu diumumkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada Jumat (31/1).
Namun, penundaan itu hanya sementara. Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin pemenang Pilkada 2024, Muhammad Yamin dan Ananda tetap harus mempersiapkan diri.
Kepada Radar Banjarmasin, Yamin menuturkan seragam yang akan dikenakan saat pelantikan sudah selesai dijahit.
"Tidak banyak yang dipersiapkan, kalau fitting pakaian untuk pelantikan dan sesi pemotretan sudah selesai beberapa hari yang lalu," kata Yamin, kemarin.
Dia berharap, pakaian dinas tersebut bisa memotivasi dirinya untuk bekerja keras membangun Kota Banjarmasin sesuai janji-janjinya pada masa kampanye lalu.
"Minta doa dari seluruh masyarakat Banjarmasin, semoga dapat menjalankan amanah ini dengan baik," pinta Yamin.
Persiapan hal-hal lain, Yamin menyerahkan sepenuhnya kepada Bagian Protokol Pemko Banjarmasin.
"Saya tahunya jadwal keberangkatan pada 3 Februari. Selanjutnya mengikuti tes kesehatan di Kemendagri, kemudian gladi kotor, gladi bersih, lalu pelantikan," terang Ketua DPC Partai Gerindra Banjarmasin itu.
Namun, Yamin mengaku belum tahu di mana lokasi pelantikannya. Apakah di Istana Kepresidenan Jakarta atau di lokasi lain.
"Saya sendiri belum tahu di mana tempat pelantikannya," ujarnya.
Yang pasti, mantan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin ini akan beristirahat selama sehari setelah pelantikan. Baru terbang pulang ke Banjarmasin.
"Sampai di Banjarmasin, saya mau langsung ziarah ke makam abah," pungkas Yamin.
Penyebab penundaan itu lantaran Mahkamah Konstitusi akan membacakan putusan sela untuk menetapkan gugatan yang lanjut sidang pada 4 dan 5 Februari 2025. Maka Mendagri memilih untuk menunggu pembacaan putusan oleh Majelis Hakim MK tersebut.
Tito mengaku sudah menyampaikan masalah ini kepada Presiden Prabowo Subianto yang berkeinginan melantik para gubernur, wali kota, dan bupati tersebut secara langsung.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief