Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dua Hari, Cuaca di Kalsel akan Dimodifikasi

M Oscar Fraby • Jumat, 31 Januari 2025 | 13:25 WIB

 

PESAWAT BNPB: Kondisi banjir yang melanda di sejumlah wilayah Kalsel dikurangi dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). (Foto: Pemprov Kalsel untuk Radar Banjarmasin)
PESAWAT BNPB: Kondisi banjir yang melanda di sejumlah wilayah Kalsel dikurangi dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). (Foto: Pemprov Kalsel untuk Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kalsel sejak Kamis (30/1). Modifikasi cuaca yang dilakukan selama dua hari ini, untuk mengurangi risiko banjir di beberapa wilayah di Kalsel karena curah hujan tinggi. Hasil modifikasi cuaca ini akan dievaluasi oleh BNPB bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto menegaskan modifikasi cuaca bukan untuk menghilangkan hujan. Namun, mengurainya.

Operasi modifikasi cuaca ini, sebutnya, telah dikaji lebih dulu bersama BMKG sebelum menentukan apakah bisa dilakukan atau tidak. “Ini bukan menghilangkan, tapi mengurainya ke daerah lain,” jelas Agus, kemarin.

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi memang perlu diturunkan. Cara mengendalikan hujan tersebut dengan redistribusi curah hujan ke beberapa titik aman. Salah satunya ke kawasan laut. “Garam dan kapur tohor dijatuhkan di laut. Curah hujan di daratan pun akan berkurang,” ulasnya.

Menurutnya, dengan taburan garam akan mempercepat turunnya hujan sebelum awan mencapai daratan. Kapur tohor membuyarkan awan agar hujan tak terjadi. “Ada dua metodenya, mempercepat dan membuyarkan. Dua skema atau dua teknologi yang digunakan,” sebut Agus.

Agus menjelaskan, BNPB sering menggunakan teknologi ini saat musim hujan. Tujuannya mencegah longsor akibat curah hujan tinggi. “Contohnya di Sukabumi, hujan ekstrem di sana memicu tanah longsor. Kami mencoba mengurangi curah hujan dengan teknologi ini,” paparnya.

Lalu seberapa besar efektivitas modifikasi cuaca ini untuk mengurangi curah hujan? Agus mengklaim keberhasilannya mencapai 70 persen. “Teknologi ini masih relevan untuk mitigasi bencana, khususnya mengurangi curah hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedy Mulyadi mengapresiasi respons cepat dari BNPB ini. Khususnya dalam penanganan dan mitigasi bencana banjir karena dampak curah hujan tinggi. “Semoga ini efektif mengurangi banjir di Kalsel dengan turunnya curah hujan tinggi,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel Muhidin menyampaikan, program TMC ini menjadi fokus utama pemprov ke depan. Tak hanya diterapkan saat musim kemarau, teknologi ini juga akan digunakan pada musim hujan untuk mengurangi risiko banjir. “Tahun depan, akan dianggarkan,” janjinya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, TMC di Kalsel yang dimulai kemarin, anggarannya menyesuaikan pada ketersediaan dana dari BNPB. Sekali operasi TMC memerlukan biaya sekitar Rp400 juta.

Spesifikasi Pesawat BNPB Untuk TMC

- BNPB menggunakan pesawat Casa C-212 Aviocar untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

- Pesawat ini dipilih karena kemampuannya untuk terbang di ketinggian yang sesuai dan memiliki kapasitas memadai untuk membawa bahan semai.

- Selain Casa C-212, BNPB juga bekerja sama dengan TNI AU dan lembaga terkait lainnya untuk menggunakan pesawat lain seperti CN-295 atau C-130 Hercules, tergantung pada kebutuhan operasi dan ketersediaan armada.

Editor : Arief
#tmc #Kalsel #bnpb #cuaca