Kemampuan ular berganti kulit melambangkan pembaruan. Sedangkan kayu dimaknai dengan pertumbuhan.
***
LAMPION-lampion terayun lembut ditiup angin. Cahayanya berkilau hangat. Buah-buah segar tersusun rapi di atas altar. Seluruh sudut ruangan suci itu dipenuhi aroma hio (dupa).
Sejak Selasa (28/1) malam, Kelenteng Soetji Nurani di Jalan Veteran, Banjarmasin Tengah, ramai oleh derap langkah kaki umat Tri Dharma yang datang dengan penuh harap.
Mereka terpanggil untuk berkumpul dalam doa dan syukur pada perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh Rabu (29/1) kemarin.
Anak kecil berlarian dengan wajah riang. Beberapa mengenakan pakaian merah cerah. Sementara orang dewasa bertukar ucapan selamat.
Beberapa khusyuk menempelkan dahi ke hio yang menyala, memejamkan mata dan melafalkan munajat dalam hati.
Salah seorang warga Tionghoa, Abuy berharap tahun ini datang angin perubahan bagi perekonomian negara ini.
"Tahun lalu ekonomi terasa cukup berat, mungkin karena Pemilu dan Pilkada. Sekarang para pemimpin sudah terpilih, mudah-mudahan kondisi ekonomi di Indonesia lebih stabil," ujarnya.
Abuy juga tidak lupa menyisipkan doa untuk anggota keluarganya. "Semoga keluarga lebih sehat. Sekolah anak-anak lebih lancar. Lebih membaik di tahun ini," katanya.
Harapan senada diungkapkan Dody. "Tahun ini, saya berharap rezeki bertambah. Semoga keluarga lebih harmonis," katanya setelah sembahyang.
Suasana serupa juga terasa di Kelenteng Po An Kiong, Jalan Niaga Utara, Banjarmasin Tengah.
Di sana, umat Tri Dharma berkumpul dengan semangat dan harapan yang sama, agar tahun baru ini membawa perubahan positif.
Doa-doa dihaturkan, memohon berkat untuk kesehatan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
"Semoga di tahun ini semua pekerjaan, kehidupan keluarga berjalan baik dan harmonis. Serta semua yang dicita-citakan bisa tercapai," kata Agus Mulyadi Chandranata, salah seorang pengunjung kelenteng.
Ketua Pembina Kelenteng Po An Kiong, Leo Sugianto menuturkan Imlek kali ini adalah tahun ular dengan unsur kayu.
Kemampuan ular berganti kulit melambangkan pembaruan. Sedangkan kayu dimaknai dengan pertumbuhan.
"Harapannya di tahun ini ekonomi bisa lebih baik, dibandingkan tahun sebelumnya, terlebih ketika pandemi," tutupnya penuh harap.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief