Kehadiran hewan pemangsa ini membuat nelayan dan warga setempat takut untuk mencari ikan.
Kepala Desa Tigarun, Wildan, mengonfirmasi bahwa ada dua warga yang melaporkan telah melihat buaya tersebut.
Baca Juga: Dana Hibah Pilkada Tapin Masih Tersisa, KPU Tapin Akan Kembalikan ke Daerah, Ini Besarannya!
"Meskipun saya belum melihatnya secara langsung, ada dua warga kami yang mengaku melihat buaya, bukan biawak," ujarnya.
Karena situasi ini menimbulkan ketakutan di kalangan warga, Wildan melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Hulu Sungai Utara.
"Alhamdulillah, tim Animal Rescue Damkar HSU langsung datang pada Minggu (26/1/2025) untuk memeriksa lokasi di mana warga kami melihat buaya itu," tambahnya.
Baca Juga: Bertamu ke Rumah Wanita Muda, Seorang Kepsek di Hulu Sungai Tengah Dianiaya Hingga Begini
Anggota Damkar HSU, Edy Saputra, menyatakan bahwa mereka telah mengunjungi lokasi laporan untuk mencari informasi lebih lanjut, termasuk dari saksi-saksi.
"Dua saksi melihat buaya tidak jauh dari pemukiman warga di RT 02," ungkap Edy, mewakili Kabid Linmas dan Damkar HSU, H Barkat Syahrul Kalam, pada Selasa (28/1/2025).
Edy juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Gegerkan Warga Gunung Raja Tala, Ditemukan Di Lokasi Ini
"Pihak BKSDA Kalsel meminta agar kami memasang imbauan untuk warga agar tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di rawa tersebut," jelasnya.
Setelah imbauan dipasang, Edy menambahkan, mereka akan melaporkan kembali. "Rencananya, hari ini," tandasnya.
Editor : M. Ramli Arisno