Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Cegah Kerugian Budi Daya Ikan, Debit Sungai di Kab Banjar Dipantau Terus

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 25 Januari 2025 | 10:17 WIB
JANGAN SAMPAI HANYUT: Seorang pekerja sedang memberi makan ikan keramba jala apung di Sungai Riam Kanan.
JANGAN SAMPAI HANYUT: Seorang pekerja sedang memberi makan ikan keramba jala apung di Sungai Riam Kanan.

MARTAPURA - Cuaca ekstrem membuat cemas para pembudi daya ikan di Kabupaten Banjar. Mereka tak ingin bencana banjir besar di awal tahun 2021 lalu terulang.

Iwan termasuk harus sering-sering memantau pergerakan debit air di Sungai Riam Kanan.

Pembudi daya ikan keramba di Kecamatan Aranio itu ingin memastikan keamanan 50 unit keramba jala miliknya bisa tetap aman.

“Tambatan semua keramba sudah kami perkuat, agar tidak hanyut terbawa arus kalau suatu saat nanti debit air Sungai Riam mendadak naik,” ungkapnya, Jumat (24/1).

Hal itu dilakukannya untuk mengurangi risiko kerugian seperti dialami tahun 2021 lalu. Selain mengencangkan tambatan, ia juga harus lebih peka terhadap informasi mengenai perkembangan cuaca dan ketinggian air di Waduk Riam Kanan.

Biasanya kalau ada perubahan ketinggian air, instansi terkait akan mengumumkannya lewat medsos, radio, musala dan pemberitahuan di setiap papan informasi desa. “Itu sumber informasi penting kami (pengusaha budi daya ikan, red),” tukasnya

Meski sering diguyur hujan deras, kondisi Sungai Riam Kanan masih dalam kategori aman. “Belum ada peringatan bahaya dari petugas PLTA di sana. Infonya masih normal, walaupun memang ada kenaikan untuk kedalaman sungai,” ujar Iwan.

Persoalan ini juga jadi atensi Pemkab Banjar. Baru-baru ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, mengingatkan kepada para pembudi daya ikan untuk lebih waspada, supaya keramba jaring apung tidak terseret arus deras.

Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah mengungkapkan tidak hanya keramba jala di sungai. Kondisi cuaca ini juga jadi ancaman bagi pembudi daya ikan dalam bentuk kolam. Ia mengakui aktivitas penangkapan ikan memang lebih menantang di laut dengan meningkatnya intensitas gelombang dan angin. Meski demikian, sektor budi daya ikan diminta tidak lengah.

“Kami mengingatkan pengelola kolam dan Keramba Jaring Apung (KJA) untuk meningkatkan kewaspadaan,” pesannya. Mereka diminta memberi pengamanan ekstra untuk mencegah ikan di kolam lepas ketika debit air mulai naik.

Kepala Bidang Perikanan Budi Daya, Bandi Chairullah menambahkan perlunya para pembudi daya rutin memeriksa kadar pH, oksigen (DO) dan suhu air. Demi mengetahui jika terjadi pencemaran akibat dari limpasan air hujan.

“Beri pakan secukupnya, dan segera konsultasikan kepada petugas apabila ikan menunjukkan tanda-tanda stres atau adanya penyakit,” bebernya.

Ia meminta untuk memantau informasi cuaca terkini untuk mengambil langkah-langkah antisipasi lebih dini.

“Kami berharap para pembudi daya ikan dapat meminimalkan dampak buruk dari tingginya curah hujan, dan dapat menjaga keberlanjutan usaha budi daya ikan,” pesannya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#keramba #peternakan #Banjar #Sungai #ikan #cuaca