Kepala Bidang (Kabid) Damkar Tapin, Yandra, mengungkapkan bahwa Kecamatan Tapin Utara menjadi lokasi dengan kejadian kebakaran terbanyak, yaitu sebanyak 8 kali.
“Setelah Tapin Utara, Kecamatan Bungur menyusul dengan 5 kejadian, diikuti Tapin Selatan dengan 4 kejadian, Binuang 2 kejadian, dan Candi Laras Selatan 1 kejadian,” paparnya pada Jumat (24/1/2025).
Baca Juga: Banmus DPRD HSS Susun Program Kerja Selama Bulan Februari
Yandra menjelaskan bahwa penyebab kebakaran bervariasi, dengan arus pendek atau konslet aliran listrik menjadi penyebab utama sebanyak 5 kejadian.
Selain itu, human error tercatat sebanyak 6 kejadian, dan kompor gas menyebabkan 4 kejadian lainnya.
“Analisis kami menunjukkan bahwa tingginya angka kebakaran di Tapin Utara disebabkan oleh jumlah penduduk dan banyaknya bangunan di daerah tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Warga Amuntai Resah, Ular Piton Memangsa Burung Merpati
Ia juga mengakui bahwa ada beberapa kejadian kebakaran yang mengalami keterlambatan respons. “Seharusnya, respons kami dalam waktu 15 menit.
Namun, karena jarak yang cukup jauh dari markas, respons kami menjadi lebih lama,” ucap Yandra.
Untuk meningkatkan kecepatan respons, Yandra menekankan perlunya pendirian posko pemadam kebakaran di setiap kecamatan.
Baca Juga: 24 Tahun Radar Banjarmasin: Next Level dari Tantangan Menuju Kesuksesan
“Kedepannya, agar respons Damkar lebih cepat saat kebakaran, kami memerlukan posko, paling tidak di setiap kecamatan,” tambahnya.
Editor : M. Ramli Arisno