MARTAPURA - Selain banjir dan tanah longsor, dampak cuaca ekstrem juga memicu tanah ambles di Jalan Desa Mandikapau Timur, Kecamatan Karang Intan.
Pusat Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kabupaten Banjar mencatat bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (20/1) pagi sekitar pukul 06.00 WITA.
Kondisi ini diduga karena tanah bagian bawah tergerus air yang mengalir ke DAS Sungai Martapura. Hal tersebut mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di jalan utama yang menghubungkan Desa Mandikapau Timur dengan jalan PM Noor/Batu Hitam.
Camat Karang Intan, Pusaro Riyanto membenarkan hal tersebut. Ia juga mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Banjar. Beberapa hari lalu sebelumnya, di titik itu juga sudah terjadi ambles. Namun, setelah diguyur hujan deras situasinya bertambah parah.
"Kejadian ini menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di Jalan Desa Mandikapau Timur," jelas Riyanto.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Agus Siswanto mengatakan pihaknya sudah melakukan olah data di lokasi tanah ambles tersebut.
Setelah informasi itu masuk, anggotanya dikerahkan menuju lokasi kejadian.
"Kami akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi dampak ambles dan memulihkan akses jalan," ujar Agus.
Ia juga mengungkapkan pentingnya upaya mitigasi bencana, baik dalam pencegahan sebelum bencana terjadi maupun dalam penanganan setelah bencana berlangsung. Saat ini, BPBD Kabupaten Banjar bersama DPKP Kabupaten Banjar dan pihak terkait lainnya sedang berkoordinasi untuk melakukan pemulihan dan perbaikan jalan ambles, serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di daerah tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, Agus mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman. "Kami mengimbau agar masyarakat selalu mengutamakan keselamatan dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi bencana," pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief