AMUNTAI – Ratusan ribu lebih orang hadir dan berkumpul dalam puncak Haul Guru Danau ke-1 atau KH Asmuni di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Senin (20/1).
Kepadatan jemaah haul sudah terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Sejumlah persimpangan menuju lokasi Haul Guru Danau seperti Amuntai Tengah, Amuntai Selatan, Babirik, dan Sungai Pandan dan Tabukan dijaga relawan.
Arus lalu lalang jemaah di kawasan Jalan Desa Bitin atau sekitar empat km dari kediaman ulama kharismatik tersebut sudah padat merayap. Puncaknya sebelum magrib pukul 18.00 Wita, panjang saf jemaah sudah mencapai sekitar 10 kilometer dari kediaman sang ulama di Desa Sungai Tabukan, Kecamatan Sungai Tabukan.
Antrean jemaah juga mengular dari Desa Danau Panggang, menuju Kecamatan Babirik yang merupakan akses jemaah dari Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Bahkan jemaah juga membuat saf-saf di Desa Pulau Tambak dan Bayu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, karena sudah tidak dapat menembus kepadatan jemaah.
Para jemaah tersebut didominasi pakaian serba putih. “Saya datang karena cinta. Jemaah datang dari luar kabupaten, provinsi, karena juga cinta akan sosok ulama panutan kami. Kalau bukan cinta, mustahil kami di sini,” ujar Midi, salah satu jemaah pencinta majelis Guru Danau asal Kota Amuntai.
Ketua Predam HSU, Hanif Tanjung mengingatkan kepada jemaah haul Abah Guru Danau agar tidak sembarangan melakukan dokumentasi di sekitar kediaman dan lokasi haul. “Jadi dilarang mendokumentasikan dan menjadikan konten semua kegiatan di area kubah atau majelis Guru Danau dalam bentuk foto dan video,” pesan Hanif.
Jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai 200 ribu jemaah. “Habis Salat Isya menjadi puncak Haul Guru Danau dan menutup rangkaian haul pertama di tahun 2025 ini,” katanya.
Ketua DPRD HSU, Haji Fadilah ikut menyambut jemaah haul sang ulama. Fadilah juga membuka rest area di depan kediamannya di Jalan Empu Jatmika, Kecamatan Amuntai Tengah. “Rest area ini terbuka untuk jemaah dan umum dan menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Dan semua gratis,” ujarnya.
Menurutnya, sosok Guru Danau semasa hidup mempunyai jemaah yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalimantan. Fadilah menyampaikan sebagai tuan rumah hendaknya para panitia, unsur terkait, dan relawan memberikan kesan dan pelayanan yang baik bagi jemaah. “Alhamdulillah rest area untuk jemaah sudah tersebar di beberapa titik di daerah ini untuk jemaah haul,” ungkapnya.
Fadilah sebelumnya juga sudah menghadiri Tactical Floor Game (TFG) di Aula Dr KH Idham yang diinisiasi Polres HSU. “Semua rangkaian dan penanganan haul sudah dilakukan pemetaan dan titik-titik rawan kemacetan. Termasuk koordinasi para relawan,” terangnya.
Haul ini akan menjadi agenda rutin tahunan, melihat antusiame jemaahnya yang begitu besar. Pada haul ini pula, sejumlah masyarakat maupun desa membuka rest area membagikan makanan dan minuman kepada jemaah yang melintas. Masyarakat juga ada yang membagikan BBM secara gratis.
Sekadar diketahui, Guru Danau semasa hidup membuka pengajian agama pertama di Desa Bitin pada tahun 1978, dan mengajar di Pesantren Salatiah. Selanjutnya pada tahun 1980, membuka pengajian di Danau Panggang sebagai tempat dilahirkan. Terus berkembang dan memiliki ratusan ribu jemaah yang tersebar di Pulau Kalimantan.
Profil Singkat
Nama: KH Asmuni
Panggilan: Guru Danau
TTL: Danau Panggang tahun 1955
Ayah : H Masuni
Ibu : Hj Masjubah
Aktivitas:
- Pengajian pertama di Desa Bitin pada tahun 1978, dan mengajar di Pesantren Salatiah.
- Pada tahun 1980, membuka pengajian di Danau Panggang sebagai tempat dilahirkan hingga terus berkembang dengan ratusan ribu jemaah.