Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Banjar Makin Luas: Ratusan Sekolah Terpaksa Daring, Puting Beliung dan Longsor juga Mengancam

Salahudin Radar Banjarmasin • Selasa, 21 Januari 2025 | 14:41 WIB
TERENDAM: Salah satu sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar. (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
TERENDAM: Salah satu sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar. (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

MARTAPURA – Meluasnya banjir di Kabupaten Banjar juga sudah mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah. Total ada sebanyak 101 sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP yang terpaksa merumahkan siswanya akibat terdampak banjir.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar, Liana Penny mengatakan ratusan sekolah tersebut tersebar di 10 kecamatan. Mulai dari Kecamatan Cintapuri Darussalam, Martapura Timur, Martapura Barat, Martapura, Astambul, Gambut, Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Sungai Tabuk.

“Mereka (guru di sekolah terdampak banjir, red) terpaksa menerapkan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) gara-gara terdampak banjir,” ucapnya, Senin (20/1).

Keputusan belajar daring ini diambil pihak sekolah karena banjir sudah sangat mengganggu aktivitas belajar-mengajar siswa. Bukan hanya fasilitas sekolah, akses atau jalan menuju sekolah juga ikut terendam. “Banjir ini terjadi tidak skala sekolah, tapi sudah sampai skala kawasan,” ungkap Liana.

Ia memastikan bahwa penerapan PJJ ini sifatnya kondisional. Jika kondisi banjir sudah membahayakan, maka satuan pendidikan diperkenankan melaksanakan PJJ. “Dengan catatan terus mengevaluasi hasilnya, serta melaporkan ke kami di Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar,” tukasnya. “Keselamatan warga sekolah masih tetap prioritas utama,” tekannya.

Sebaliknya bila curah hujan dan genangan banjir sudah turun, maka sekolah akan kembali menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). “PJJ situasional saja. Jadi setiap hari, jumlah sekolah PJJ akan terus berubah,” tegas Liana.

Selain sektor pendidikan, banjir juga merendam ribuan rumah warga. Seperti yang terjadi di Kecamatan Martapura Barat. Ada 13 desa terdampak banjir dari luapan Sungai Martapura.
Bahkan, akses Jalan Martapura Lama di Desa Sungai Rangas Ulu juga sudah terendam banjir.

Termasuk rumah-rumah warga di berada di bantaran sungai. “Untuk kedalaman bervariasi dari 10 hingga 30 cm,” ujar Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani, Senin (20/1).

Rabani belum bisa memastikan jumlah rumah dan warganya yang terdampak banjir. Jika melihat kondisi banjir yang terjadi, ia memperkirakan jumlah rumah yang terdampak sudah lebih dari seribu unit. “Banjir terjadi di seluruh desa. Jadi sampai sekarang kami masih melakukan pendataan,” tukasnya.

Banjir di wilayahnya paling parah terjadi di Desa Teluk Selong Ulu dan Desa Antasan Sutun. “Kami masih mendata dulu jumlah KK yang terdampak banjir, dan diteruskan ke instansi terkait untuk diusulkan bantuan,” sebutnya.

Ancaman Serius Batingsor

Ancaman bencana Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor (Batingsor) di wilayah Kabupaten Banjar sudah semakin nyata. Berdasarkan data cuaca BMKG, saat ini Kabupaten Banjar termasuk salah satu wilayah yang sedang mengalami puncak musim penghujan.

Sekda Kabupaten Banjar, M Hilman mengatakan dampak bawaan dari cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini memang jadi atensi Pemkab Banjar. Apalagi geografis yang kompleks jadi tantangannya.

Topografi wilayah Kabupaten Banjar memang memiliki risiko ketiga bencana Batingsor ini. “Dalam menghadapi situasi ini, Pemkab Banjar melalui BPBD telah menetapkan status siaga bencana banjir,” ungkapnya.

Banjir Juga di HSS

Ratusan rumah terendam banjir di Kecamatan Kelumpang, Hulu Sungai Selatan (HSS). Selain karena tingginya intensitas hujan, kawasan Kelumpang dan sekitarnya juga mendapatkan kiriman air dari Kabupaten Tapin.

Kalak BPBD HSS, Kusairi mengatakan ada tujuh desa di Kecamatan Kalumpang yang terdampak banjir yaitu Desa Sirih, Kalumpang, Balanti, Karang Bulan, Bago Tanggul, Balimau, dan Karang Paci. “Rumah warga yang terendam air bervariasi. Ada sekitar mata kaki sampai sekitar selutut atau 25 sentimeter,” ujarnya, Senin (20/1).

Paling banyak terdampak di Desa Kalumpang dengan 117 rumah. Berikutnya di Desa Karang Paci ada 90 rumah, Desa Bago Tanggul 73 rumah, Desa Balimau 59 rumah, Desa Karang Bulan 45 rumah, Desa Balanti 38 rumah, dan Desa Sirih tiga unit rumah.

“Rumah warga yang terdampak banjir di tujuh desa itu total 425 unit,” sebutnya.

Plt Camat Kalumpang, Wahyudi Noor menambahkan bahwa rumah warga terdampak banjir di Kecamatan Kalumpang sudah hampir sepekan. “Mulai dari 15 Januari tadi rumah warga terendam banjirnya,” ungkapnya.

Wahyudi membenarkan warga sampai sekarang belum ada yang mengungsi. “Warga di rumahnya membuat apar-apar, supaya masih bisa beraktivitas,” tuturnya.

Bantuan bagi warga terdampak banjir di Kalumpang direncanakan segera disalurkan. “Rencananya besok akan disalurkan bantuan sosial dari Pemkab HSS dan Pemprov Kalsel,” sebutnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Banjir #Sekolah #Banjar #tanah longsor #bencana #puting beliung