BANJARMASIN - Rumah Singgah Baiman milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, perlukan tenaga kesehatan (Nakes). Tidak hanya kesehatan umum saja tapi juga mampu untuk merawat kesehatan orang dengan gangguan jiwa alias ODGJ.
"Perlu tenaga kesehatan khusus untuk merawat kesehatan ODGJ. Paling tidak ada perhatian bagi perawatan kesehatan untuk mereka," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, belum lama tadi.
Selama ini jika ada yang sakit, para petugas di Rumah Singgah Baiman yang terletak di Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin Selatan ini dibawa ke Puskesmas terdekat. Tentu bukan perkara mudah, tidak hanya mendapat perawatan kesehatan semata tapi juga perlu dijaga.
"Membawa orang seperti inikan sulit juga tentunya, sehingga harus ada tenaga kesehatan yang berjaga setiap saat, seperti dokter," jelasnya.
Karena itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin ini sudah mengajukan usulan tenaga kesehatan umum dan tenaga kesehatan jiwa di rumah singgah pada tahun 2025. Selain itu juga usulan anggaran untuk membangun klinik kesehatan.
Sehingga jika ada penghuni yang sakit ringan cukup ditangani sendiri.
"Pemenuhan fasilitas kesehatan terutama kesehatan ODGJ ini juga penting sehingga lebih nyaman dan aman bagi lingkungan rumah singgah," ucap dia.
Lalu berapa banyak ODGJ yang menghuni rumah singgah saat ini ? "Jumlahnya 64 orang," sebut dia.
Dia menyampaikan, bahwa di rumah singgah tersebut juga menjadi tempat pembinaan orang terlantar, pengemis dan anak jalanan.
Selama ini, anggaran untuk rumah singgah hanya memenuhi kebutuhan konsumsi penghuninya.
"Anggaran yang ada sementara ini hanya cukup untuk memenuhi konsumsi penghuni," tutup Nuryadi.
Editor : Arif Subekti