Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemprov Kalsel Kembangkan Pelabuhan Mekar Putih Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Muhammad Helmi • Jumat, 17 Januari 2025 | 08:30 WIB

Photo
Photo

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishub Kalsel) berupaya mengembangkan Pelabuhan Mekar Putih Kabupaten Kotabaru menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi menegaskan bahwa pengembangan pembangunan kawasan Pelabuhan Mekar Putih Kotabaru dengan berbagai sarana dan prasarana merupakan langkah strategis. “Demi meningkatkan konektivitas logistik dalam mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur,” kata Fitri Hernadi di Banjarmasin, Rabu (15/1).

Fitri menyebutkan areal Pelabuhan Mekar Putih tersebut memiliki rata-rata kedalaman air laut lebih dari 20 meter. Bahkan mampu menampung kapal dengan bobot 100.000-150.000 Dead Weight Tonnage (DWT). “Dalam rangka mengembangkan kawasan ekonomi khusus, tahap pembangunan pelabuhan yang berlangsung ini perlu pengawasan ketat dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Fitri menuturkan dengan lokasi yang sangat strategis ini, Pelabuhan Mekar Putih memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan internasional. Ia mengungkapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 Kalsel, provinsi ini mendapatkan perhatian cukup serius pada berbagai proyek infrastruktur.

Proyek infrastruktur tersebut, kata Fitri, tidak hanya fokus pengembangan Pelabuhan Mekar Putih, juga infrastruktur strategis lainnya seperti pembangunan jembatan penghubung Kotabaru-Batulicin, pembangunan Pelabuhan Laut Dalam, dan infrastruktur lainnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis ini menjadi peluang besar mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Utamanya untuk memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai penyangga logistik bagi IKN. “Terlebih saat ini dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut penghubung dua kabupaten di Kalsel yang rencananya selesai dalam waktu tiga tahun ke depan. Jika sudah selesai, arus logistik antar daerah akan semakin lancar,” yakinnya.

Diketahui sebelumnya, Gubernur Kalsel H Muhidin bersama Menteri Lingkungan Hidup telah meninjau pembangunan Jembatan Pulau Laut tersebut di Tanah Bumbu pada Rabu (1/1). Pada peninjauan itu, H Muhidin menerangkan tahap awal ini dilakukan pembangunan pondasi. Ia berharap pengerjaan jembatan ini tidak ada hambatan dalam pembangunan infrastrukturnya. "Saya berharap ini bisa cepat selesai. Target 3 tahun jembatan Pulau Laut sudah bisa dinikmati masyarakat Kalsel," pungkasnya.

Plt Kadis PUPR Kalsel, M Yasin Toyib menjelaskan bahwa pembiayaan pengerjaan proyek Jembatan Pulau Laut ini akan diambil alih oleh Pemerintah Pusat, sebab telah diusulkan menjadi PSN (Proyek Strategis Nasional). Tahun 2024 ini, telah dianggarkan Rp200 miliar dari sisi Batulicin. Kemudian sisi Kotabaru sekitar Rp300 miliar. "Tahun 2025, telah kita anggarkan Rp300 miliar sisi Batulicin, dan Rp450 miliar sisi Kotabaru. Jadi total Rp1,2 triliun. Sementara diperlukan 5,9 Triliun, sehingga kita perlu lagi sekitar Rp4,7 triliun," ungkap Yasin Toyib.

"Insya Allah, 2029, akan selesai Jembatan Pulau dan dapat dinikmati masyarakat. Tentunya kawasan ini akan menjadi pelabuhan besar nanti," tuntasnya.(Ant/adpim/gr/dye)

Editor : Muhammad Helmi
#Pemprov Kalsel