“Sampai sekarang, petunjuk teknis belum kami terima. Informasinya, program ini akan ditangani langsung oleh Badan Gizi Nasional,” kata Sekda Tanah Bumbu, Ambo Sakka, pada Jumat (10/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa saat ini hanya Kota Banjarmasin yang menjadi daerah uji coba program tersebut di Kalimantan Selatan. Selain itu, penunjukan vendor untuk pelaksanaan program MBG tidak dilakukan oleh pemerintah daerah. “Jadi, keterlibatan daerah itu masih dibicarakan,” terangnya.
Di Tanah Bumbu, program makan bergizi gratis diperkirakan akan menyasar lebih dari 71 ribu anak. Dengan jumlah sebesar itu, Ambo memperkirakan perlu tambahan dapur umum untuk mendukung pelaksanaan program MBG. “Ini belum termasuk ibu hamil, jadi mungkin sekitar 100 ribu,” ujarnya.
Ambo juga berharap program ini dapat memberdayakan pelaku usaha lokal. Ia menyarankan agar UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilibatkan dalam penyediaan makanan bergizi, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sebagai informasi, pemerintah resmi meluncurkan program MBG pada Senin, 6 Januari 2025. Program ini berlangsung di 190 lokasi yang tersebar di 26 provinsi dan dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
Sasaran penerima manfaat adalah balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, ibu hamil dan menyusui juga menjadi prioritas. Jumlah penerima manfaat MBG direncanakan terus bertambah, dengan target pemerintah hingga akhir 2025 dapat menjangkau 15 juta orang.
Editor : M. Ramli Arisno