BANJARMASIN - Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin terpilih periode 2025-2030, Muhammad Yamin dan Ananda, menjamin masalah sampah akan mendapat perhatian serius.
Mulai tempat pembuangan akhir (TPA) yang overload, hingga tempat pembuangan sementara (TPS) liar.
Yamin mengatakan, masalah sampah harus diurusi dari hulu sampai hilir. "Nanti ada pertemuan antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), akademisi, dan masyarakat untuk membicarakan masalah sampah," kata Yamin, Kamis (9/1).
Yamin menceritakan, Ananda sudah bertandang ke Banyuwangi. Melihat bagaimana pemda di sana menangani masalah sampah.
"Menambah TPA kan tidak mungkin. Artinya harus ada terobosan baru," ujarnya.
Khusus untuk masalah sampah di perbatasan, Pal 6 dan Sungai Lulut, Yamin mendengar warga kabupaten tetangga juga ikut membuang sampah kemari.
"Nanti harus duduk bersama Bupati Banjar, apa langkah strategis bersama," kata mantan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin itu.
Politikus Partai Gerindra ini juga mengharapkan dukungan pemerintah provinsi dan pusat.
Sebab Banjarmasin berhadapan dengan masalah keterbatasan anggaran, kekurangan lahan, dan peralatan. Contoh, kasus excavator TPA yang butuh peremajaan.
Dan, DLH bisa saja mendapat prioritas alokasi anggaran yang lebih besar. "Dana besar itu wajib dalam penanganan sampah. Tentu ada yang harus dimenangkan dan dikalahkan," ujarnya.
Dia yakin, bermodal akses ke para legislator asal Kalimantan Selatan di Senayan (DPR), Banjarmasin bisa mendapat bantuan.
"Kadis LH harus membuka link seluas-luasnya dengan pemerintah pusat dan berinovasi," pungkas Yamin.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief