Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tarif Naik karena Pajak Naik, Angkutan Pelajar Gratis di Cempaka Banjarbaru Berhenti Beroperasi

M Fadlan Zakiri • Jumat, 10 Januari 2025 | 12:19 WIB
GRATIS: Angkutan pelajar gratis (APG) yang beroperasi di Banjarbaru. APG dari Organda untuk wilayah Cempaka kini tak beroperasi.
GRATIS: Angkutan pelajar gratis (APG) yang beroperasi di Banjarbaru. APG dari Organda untuk wilayah Cempaka kini tak beroperasi.

BANJARBARU - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarbaru angkat bicara terkait berhentinya operasional Angkutan Pelajar Gratis (APG) di Kecamatan Cempaka.

Ketua DPC Organda Banjarbaru, Helvin Diansin mengaku sengaja menginstruksikan anggotanya untuk menghentikan layanan gratis bagi pelajar, karena belum ada kesepakatan dengan Dinas Perhubungan Banjarbaru.

Keputusan ini menurutnya sudah berjalan dalam empat hari belakangan, yakni sejak Senin (6/1) hingga Kamis (9/1). “Belum ada kesepakatan, jadi teman-teman saya informasikan untuk berhenti sementara sampai ada kesepakatan dengan Dishub,” ujar Helvin Diansin, Kamis (9/1).

Kesepakatan itu, kata Helvin, salah satunya adalah terkait tarif atau biaya kerja sama per hari yang harus dibayar kepada setiap unit APG dari Organda. "Naiknya 10 ribu per hari. Tahun lalu untuk satu unitnya Rp 170 ribu per hari, pada 2025 kami minta dinaikkan jadi Rp 180 ribu per hari,” katanya.

Total keseluruhan Angkutan Pelajar Gratis dari organda ada 40 unit. Di Cempaka ada 21 unit, sisanya di jalur lainnya.

Bukan tanpa alasan hal itu diajukan. Menurut Helvin, kenaikan biaya per unit karena pengaruh kenaikan pajak dan biaya operasional. "Pajak kendaraan 'kan naik, belum lagi untuk biaya perawatan, termasuk oli dan sparepart mobil yang sekarang naik sampai 70 persen. Jadi kami terpaksa menaikkan harga,” bebernya.

Kenaikan harga kerja sama inilah yang menurutnya belum disepakati oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru. “Selama belum ada hitam di atas putih, anggota kami tidak berani kerja, siapa yang membayar kami kalau tetap dipaksakan beroperasi," beber Helvin.

Pada pertemuan terakhir yang digelar bersama dengan Dishub, ia menyebutkan bahwa Organda telah menyampaikan terkait dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK).

“Yang diminta di rapat dari kita hanya KAK, seperti berapa yang kita terima, berapa yang kita bikin ke sini, berapa pengeluarannya itu saja dan itu sudah selesai kita ajukan,” sebut dia.

Dengan draft KAK yang telah disampaikan, pihaknya mengaku tetap menunggu hasil keputusan Dishub untuk bisa kembali menjalankan APG ini. “Kita tunggu sampai ada keputusan. Kalau belum, maka armada tidak akan jalan,” tuntas Helvin. 

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Cempaka #angkutan #banjarbaru #organda