PELAIHARI - Polemik antara warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Takisung, dan kepala desa (kades) mereka menarik perhatian wakil rakyat setempat. Isu ini dibahas dalam Rapat Kerja Komisi I DPRD Tanah Laut (Tala) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) pada Senin (6/1) kemarin.
Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Tala ini dipimpin oleh Ketua Komisi I, Yoga Pinis Suhendra, yang didampingi oleh anggota lainnya. Polemik ini berawal dari tuduhan sejumlah warga bahwa kades memiliki hubungan spesial (dugaan perselingkuhan) dengan salah satu stafnya. Tuduhan ini memicu sebagian warga dan tokoh masyarakat untuk meminta kades dan stafnya mundur dari jabatannya. Saat ini, ruang kerja keduanya telah disegel oleh warga.
Selain itu, kendaraan dinas keduanya juga diambil dan ditempatkan di kantor desa. Ketua Komisi I DPRD Tala, Yoga Pinis Suhendra, menghimbau masyarakat untuk menjaga kondusifitas dan bersabar. “Tolong warga bersabar dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan,” ucapnya, Selasa (7/1).
Diketahui, kasus dugaan perselingkuhan ini telah ditangani oleh Polsek Takisung. Meskipun sudah ditangani pihak berwajib, masyarakat masih mendesak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membuat surat mosi tidak percaya. “Kasus ini kan sudah berproses di Polsek Takisung. Jadi warga tunggu hasilnya, karena bersalah atau tidaknya kades harus ada putusan dari pengadilan,” jelasnya.
Yoga juga berharap tidak ada lagi tekanan dari warga kepada anggota BPD untuk membuat surat mosi tidak percaya. “Kesian kalaunya BPD bolak-balik mengurus surat tersebut,” tandasnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief