MARTAPURA – Jumlah jemaah yang hadir dalam peringatan haul ke-20 Alm KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dipastikan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika haul ke-19 tahun 2024 lalu, jumlah jemaah yang hadir sebanyak 3,3 juta. Tahun ini, bertambah jadi 4,1 juta jemaah. Artinya, terjadi penambahan sekitar 800 ribu orang.
Kapolres Banjar, AKBP M Ifan Hariyat mengatakan jumlah ini didapat melalui sinyal HP yang dibawa jemaah yang hadir di Haul ke-20 Guru Sekumpul, Minggu (5/1).
“Perhitungan jumlah jemaah ini berdasarkan dengan provider Telkomsel, XL, dan Indosat,” ungkap Ifan saat ditemui awak media di Posko Terpadu Kabupaten Banjar.
“Sebarannya mulai kawasan Kabupaten Banjar sampai Kota Banjarbaru,” jelasnya.
Lonjakan jemaah ini, kata Ifan, dimulai setelah Magrib. Sebelum waktu Magrib tiba, masih terhitung ada 2,5 juta orang.
Menyikapi jumlah jemaah yang kian tahun terus mengalami peningkatan, pihaknya akan mengusulkan penambahan kantong parkir di wilayah Banjarbaru, Batola, dan Tapin. “Antisipasi kita penambahan kantong parkir, di wilayah Banjarbaru, Batola dan Tapin,” cetusnya.
Peringatan momen 5 Rajab ini membuat semua jemaah yang datang larut dalam kekhidmatan. Momen ini jelas terlihat ketika lantunan syair Maulid Habsyi yang dipimpin langsung oleh kedua putra Guru Sekumpul, masuk ke fasal mahalul qiyam. Semua jemaah terlihat khusyuk. Bahkan tak sedikit yang larut karena rindu dengan Abah Guru Sekumpul.
Rasa takjub ini dirasakan Habib Husein Ja’far Al-Hadar, pendakwah kondang yang sudah terkenal luas bagi kawula muda. “Alhamdulillah selesai menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan. Haul terbesar di Indonesia,” tulis Habib Ja’far.
Saking tingginya antusias masyarakat mengikuti haul, Habib Ja'far hanya bisa sampai di depan rumah salah satu warga di Gang Penghulu, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura. “Saya hanya bisa menembus hingga sekitar 1 kilometer dari Makam Guru Sekumpul. Itupun dengan jalan kaki sekitar 4 kilometer,” ujarnya.
Habib Ja'far hanya bisa duduk di depan rumah warga. Sedangkan jalanan di sana sudah terhampar sejadah jemaah sepanjang 5 kilometer.
Sepanjang jalan, ia melihat banyak warga yang menyambut jemaah sebagai tamu terhormat. Disediakan berbagai macam makan, minum, jajanan dan keramahan yang menurutnya adalah pemandangan indah. “Kami semua bergerak karena cinta kepada Guru Sekumpul yang mengajarkan cinta pada Nabi Muhammad melalui Majelis Maulid Nabi,” tulis Habib Ja'far.
Menurutnya, acara Haul Guru Sekumpul ini adalah “Lautan Cinta”. Yang datang sebagai jemaah dengan penuh cinta. Begitu pula yang menyambut, juga penuh cinta. Sungguh pengalaman yang tiada terkira. Tahun depan, sempatkanlah hadir kalau mampu, untuk merasakan kehangatan-Nya,” pesan Habib Ja'far.
“Begitulah memang cinta, ia punya tarikan yang sangat kuat ke titik utama dari manusia, yaitu hati,” simpulnya.
Rasa takjub juga dirasakan Muhammad Abdul Matin. Jemaah asal Bandung, Provinsi Jawa Barat ini mengaku takjub setelah menyaksikan langsung peringatan Haul ke-20 Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang diselenggarakan di Musala Ar-Raudhah, Sekumpul Martapura Kalsel, Minggu (5/1) malam. Tidak hanya khidmatnya peringatan haul.
Rasa takjubnya itu bahkan sudah dirasakannya saat awal tiba di Bandara Syamsudin Noor. “Ini momen pertama saya ikut langsung haul di Sekumpul. Dan luar biasa rasanya,” ungkap Matin saat dibincangi Radar Banjarmasin.
Kesan pertama yang dirasakannya adalah atmosfer antusias warga menyambut haul terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Ia bersama kedua rekannya, yakni Roni Tabroni dan Asep Somantri.
"Takjub saya, ini antusias warga luar biasa. Begini rasanya mengikuti Haul Guru Sekumpul, haul terbesar se-Asia Tenggara," ungkapnya sembari memperlihatkan raut wajah kagum.
Sebelumnya, Matin mengaku tahu informasi kegiatan haul ini dari media sosial. Setelah itu merasa terpanggil untuk ikut menghadiri haul tersebut.
"Kemarin kan lihat-lihat itu di medsos, dan nama Guru Sekumpul pun masyhur di daerah kami. Makanya rasa penasaran untuk mengikuti itu semakin menjadi, dan akhirnya berangkat lah kami," ungkapnya.
Matin berangkat dari Kecamatan Soreang, tepatnya dekat Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. "Ini sangat luar biasa, kami tidak bisa bayangkan. Peringatan Haul Guru Sekumpul ini sangat memikat antusias warga, kami pun insya Allah tahun depan ke sini lagi," katanya.
Jalanan Penuh Jemaah Sejak Siang
Akses jemaah haul menuju Sekumpul Martapura, Kabupaten Banjar, terpaksa ditutup petugas, Minggu (5/1) siang. Hal ini dilakukan karena sepanjang ruas Jalan Sekumpul sudah penuh sesak oleh jemaah haul. Termasuk di badan jalan.
Saking banyaknya warga, petugas harus berulang kali memperingatkan jemaah untuk tidak menghamparkan sajadahnya di jalur evakuasi.
Beberapa jam sebelum majelis rutin Minggu malam itu dimulai, masih banyak jemaah memaksakan diri masuk menuju arah Musala Ar-Raudhah, pusat kegiatan berlangsung.
Sementara di ruas Jalan Ahmad Yani wilayah Kecamatan Astambul sudah dipadati jemaah menuju acara haul sejak tanggal 2 Januari 2025 kemarin.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana mengatakan sejumlah ruas jalan menuju kawasan pusat kegiatan sudah dipenuhi jemaah.
"Arus kedatangan para jemaah cukup tinggi, sehingga jalur lalu lintas di kawasan Sekumpul sudah tidak dapat dilewati kendaraan roda dan kendaraan roda empat," ujarnya pada Minggu (5/1/2024) sekitar pukul 15.00 Wita.
Ia mengimbau agar para jemaah yang datang dari arah Banua Enam, Banjarmasin, dan Tanah Laut yang ingin menuju kawasan Sekumpul dapat memarkirkan kendaraan bermotornya di kantong parkir terdekat.
"Dimohon jangan memaksakan masuk menggunakan kendaraannya. Kami imbau agar jemaah berjalan kaki untuk menuju pusat kegiatan. Karena beberapa akses menuju kawasan Sekumpul sebagian besar sudah kami tutup," katanya.
Sejumlah ruas jalan yang dilakukan penutupan di antaranya ruas Jalan Ahmad Yani perempatan bundaran Banjarbaru, Sungai Sipai Kecamatan Martapura, dan Antasan Senor Kecamatan Martapura Timur.
"Sedangkan untuk area parkir di kawasan Sekumpul, berdasarkan informasi yang kami dapat sudah full 100 persen. Sedangkan untuk area parkir di kawasan Stadion Demang Lehman sudah mencapai 80 persen, diisi jemaah dari Banua Enam, dan Tanah Laut," jelasnya.
Q Mall Banjarbaru Dipadati Jemaah
Jutaan jemaah memadati Kota Banjarbaru dan Martapura pada puncak Haul ke-20 Guru Sekumpul. Tak hanya di badan jalan, bahkan di pusat perbelanjaan Q Mall Banjarbaru dipadati jemaah.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pintu masuk pusat perbelanjaan modern tersebut dipenuhi jemaah, hingga sulit untuk bergerak. Para jemaah sudah memenuhi Q Mall dari lantai 1 hingga lantai 3 sejak pukul 12.00 Wita.
General Manager Q Mall Banjarbaru, Andi Indrawangsa mengatakan khusus di momen 5 Rajab ini, pihaknya membuka ketiga lantai bangunan untuk menampung jemaah Sekumpul. "Di Mall, kami buka untuk jemaah ini setiap tahun. Jadi kami support full untuk kegiatan ini,” ucapnya, Minggu (5/1).
Indra mengatakan, pihaknya menggratiskan parkir untuk jemaah selama momen 5 Rajab ini, serta membuka seluruh toilet dan tempat wudu. “Untuk koridor kami persilakan bagi jemaah yang ingin menggelar sajadahnya untuk melaksanakan salat,” ujarnya.
Puncak Haul Guru Sekumpul ke-20 dimulai setelah salat Magrib, sekitar pukul 19.00 WITA, dengan pusat kegiatan di Musala Ar Raudah Sekumpul, Martapura.
Diperkirakan jumlah jemaah yang hadir tahun akan melebihi perhelatan tahun lalu, yang mencapai lebih dari tiga juta jemaah.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, panitia dan relawan terus berupaya mengatur arus massa agar pelaksanaan haul berjalan dengan tertib dan khidmat.
Sekilas Profil Guru Sekumpul
- Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, atau Abah Guru Sekumpul adalah salah seorang ulama yang populer di Kalimantan Selatan.
- Ia lahir pada 11 Februari 1942 atau 27 Muharram 1361 H di Desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar.
- Ayahnya bernama Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman, sedangkan ibunya bernama Hj Masliah binti H Mulia bin Muhyiddin.
- Abah Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.
- Sebelum wafat pada 10 Agustus 2025, di usia 63 tahun, Guru Sekumpul sempat dirawat 10 hari di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.
Setiap Langkah Menjadi doa
Di sela keramaian, seorang pria berjalan tabah, tubuhnya terhuyung disambar terik. Begitu kontras dengan lautan kendaraan yang berlalu-lalang.
Fery namanya. Pria asal Lumajang, Jawa Timur, dengan rambut gimbal menjuntai liar. Tato di tangan kirinya, meski buram, tampak mengisahkan tentang perjalanan hidup yang penuh liku. Pria ini sedang melintas di bundaran Landasan Ulin, Banjarbaru, Minggu (5/1).
Ia mengenakan kaus lengan pendek, dipadukan sarung yang terlipat rapi di pinggang. Di pundaknya, sebuah ransel tergantung. Terpasang bingkai foto sosok yang dicintainya, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.
Haul ke-20 ulama kharismatik dari tanah Banjar di Sekumpul, Martapura itu menarik perhatian jutaan jiwa, termasuk Fery. Dari kampungnya, ia rela menumpang kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya hingga tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. "Berangkat dari hari Jumat (3/1)," katanya.
Dari Trisakti, ia memilih berjalan kaki menuju Sekumpul, melintasi jalanan yang panas dan berdebu. Perjalanan ini, menurutnya, bukan sekadar perjalanan fisik. Setiap langkah yang ia jejakkan adalah doa. Setiap hembus napas merangkai cinta kepada sosok yang tak lekang oleh waktu.
Bukan sekali ini, ia melakukannya. Tetapi, lima kali sudah ia tempuh perjalanan panjang yang sama. Selalu dengan cara serupa, sederhana, sunyi, dan penuh keyakinan.
Bagi Fery, berjalan kaki ke Sekumpul adalah ziarah hati. Panggilan jiwa. Serta penyerahan diri, sebuah ikrar tanpa kata kepada Yang Maha Cinta.
Ia melangkah mantap, meski tubuhnya ringkih digempur lelah. Di bawah langit Banjarbaru yang membakar, ia tahu, di ujung perjalanan ini ada kedamaian. Kedamaian yang mengisi relung hatinya dengan bahagia tak terukur.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief