BANJARMASIN – Sebuah kapal tongkang bermuatan crane tersangkut di dua jembatan di Kota Banjarmasin.
Peristiwa ini bermula Minggu (29/12) sore, setelah kapal itu mengantar material tiang pancang untuk proyek perbaikan perangkap sampah di kawasan Banua Anyar, Sungai Martapura.
Beranjak pulang, kapal itu terjebak di bawah Jembatan Pasar Lama lantaran sungai sedang pasang.
Setelah air berangsur surut, kapal kembali melanjutkan perjalanan.
Namun, masalah kembali muncul pada Senin (30/12) pagi. Kali ini tongkang tersebut tertahan di bawah Jembatan Merdeka.
"Tadi sangkut lagi di bawah jembatan,” ujar Ardian, warga setempat, kemarin.
Tongkang itu baru bisa melanjutkan perjalanan sekitar pukul 14.00 Wita, setelah permukaan air kembali turun.
Namun, perjalanan tongkang ini belum selesai. Kapal itu masih menunggu di dekat kolong Jembatan Dewi.
Kabar tongkang tersangkut itu sampai ke telinga Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.
"Semoga kondisi jembatan kita tetap aman, terutama fasilitas air mancur di Jembatan Pasar Lama tidak sampai terdampak," ujar Ibnu khawatir.
Kendati tidak ada larangan bagi kapal tongkang melintasi Sungai Martapura, menurutnya kapal harus tetap memperhatikan tinggi muatan dan kondisi sungai. Mengingat ada tiga jembatan dengan kolong yang rendah.
"Lebih baik melewati jalur Jembatan Banua Anyar atau Jembatan Basirih yang memiliki ketinggian memadai," katanya.
Wali kota juga meminta dinas terkait untuk memeriksa kondisi jembatan guna memastikan tidak terjadi kerusakan akibat insiden tersebut.
"Kami masih menunggu laporan lengkap, apakah ada benturan antara muatan tongkang dengan badan jembatan," ujar Ibnu.
Tidak Terjadi Kerusakan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan insiden itu terjadi akibat alat pancang yang diangkut tongkang.
Saat ini, tongkang tersebut ditambat di kawasan Jembatan Merdeka untuk menunggu air surut agar bisa melanjutkan perjalanan.
“Kondisi jembatan aman, tidak ada kerusakan yang terjadi,” tegas Suri.
Ia juga mengingatkan, insiden seperti ini perlu menjadi perhatian bagi operator tongkang, terutama karena jembatan-jembatan di dalam kota memang memiliki ketinggian yang terbatas.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief