Bahkan, mulai Senin (30/12/2024) sudah bisa dilintasi oleh pengendara roda dua dan kendaraan penumpang.
“Alhamdulillah sudah bisa dilalui. Sehingga bisa mengurangi macet. Tapi kendaraan berat tetap pakai jembatan alternatif,” kata Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Kalsel, Budianto, Senin (30/12/2024).
Dia memastikan, jembatan akan bisa dilintasi normal pada 3 Januari 2025 mendatang. “Sebelum Haul Guru Sekumpul sudah kami buka dan bisa dilintasi,” janjinya.
Saat ini terangnya, pihaknya menyelesaikan sisa pengaspalan jembatan yang akan tuntas dalam waktu dekat. “Insyaallah tanggal 3 Januari 2025 sudah bisa dilewati kendaraan berat juga,” imbuhnya.
Jembatan dengan bentang 25 meter ini memakai pondasi spun pile, atau tiang pancang berbentuk bulat dan berongga di bagian tengahnya. Sementara, bangunan atasnya menggunakan girder baja komposit.
“Jembatan ini mampu menahan dan melintasi beban dengan MST (muatan sumbu terberat) 10 ton,” terangnya.
Budi mengakui, jembatan dengan kontrak kerja hingga Desember ini, sempat terkendala. Lantaran perlu waktu untuk pembahasan sewa lahan untuk jembatan sementara di kedua sisi. “Termasuk pemindahan utilitas PLN,” sebutnya.
Jembatan ini mulai dikerjakan akhir Maret lalu. Menelan anggaran melalui APBN sebesar Rp10 miliar. “Kontrak sampai akhir tahun ini. Alhamdulillah sudah tuntas dan tinggal pengaspalan,” tutupnya.
Editor : Sutrisno