Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Private Garden Jadi Oase Edukasi Hijau di Tengah Kota

Nurhidayat • Sabtu, 28 Desember 2024 | 16:00 WIB
HIJAU: Chendrawan saat menunjukkan fosil Akar Ulin yang berusia ratusan ditempelkan dengan Pohon Beringin di Private Garden miliknya.
HIJAU: Chendrawan saat menunjukkan fosil Akar Ulin yang berusia ratusan ditempelkan dengan Pohon Beringin di Private Garden miliknya.

KERTAK HANYAR – Chendrawan, pemilik PT Bandangantirta Agung, telah mengembangkan Private Garden seluas 8 hektare di Jalan A. Yani Km 10, Kelurahan Mandarsari. Terdiri dari 6 hektare kebun dan 2 hektare persawahan aktif, area ini telah dikelola selama hampir 12 tahun dengan fokus pada keberlanjutan dan swasembada pangan.

"Awalnya ini adalah tanah komersial, tapi saya jadikan private garden. Di sini, kami menciptakan ruang hijau yang bermanfaat, tidak hanya untuk saya pribadi tetapi juga masyarakat sekitar," ucap Chendrawan saat berada di Private Garden, Sabtu (28/12/2024).

Kebun ini memiliki lebih dari 100 spesies tanaman, termasuk kayu ulin, merbau dari Papua, pohon eboni, serta tanaman produktif seperti cokelat, kopi, dan sawit. Selain itu, terdapat fosil akar pohon ulin berusia ratusan tahun yang berasal dari daerah Kintap.

"Di kebun ini juga ada Kingfisher yang bertelur dan menetaskan anaknya, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis burung lokal," tambahnya.

Chendrawan juga menerapkan inovasi dalam pengelolaan kebunnya. Limbah karet, dolomit, pupuk kandang, dan kotoran walet dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik. Sementara itu, aliran sungai di kawasan ini diarahkan ke sawah di belakang kebun melalui sistem irigasi sederhana.

Meski banyak pihak menawarkan kerja sama untuk mengkomersialkan lahan ini, Chendrawan menolak.

"Saya ingin memanfaatkan ini untuk kebaikan masyarakat, terutama dalam menghasilkan oksigen dan menjadi ruang edukasi hijau," jelasnya.

Kedepannya, Chendrawan berencana mengembangkan Private Garden ini menjadi kawasan hutan edukasi yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Lahir di Banjarmasin dan besar di Surabaya, Chendrawan memiliki latar belakang pendidikan agronomi, perpajakan, akuntansi, dan pemasaran. Pengalaman hidupnya yang beragam menjadi dasar kuat dalam menciptakan konsep Private Garden yang unik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Editor : Nurhidayat
#swasembada pangan #Kalimantan Selantan #Edukasi Hijau