Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Backpacker-an Dari Aceh ke Sekumpul, Serasa Disambut Menjadi Tamu VIP

M Fadlan Zakiri • Kamis, 26 Desember 2024 | 11:04 WIB
DAPAT TUMPANGAN: Yassir backpacker asal Aceh diantar seorang warga Banjarmasin ke Sekumpul, Martapura
DAPAT TUMPANGAN: Yassir backpacker asal Aceh diantar seorang warga Banjarmasin ke Sekumpul, Martapura

Sambutan hangat dari para muhibin (pencinta ulama) KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul membuat Yassir merasa menjadi tamu VIP ketika menuju Sekumpul, Martapura. Backpacker dari Provinsi Aceh ini nekat bertolak ke Kabupaten Banjar.

Lelaki berusia 48 tahun ini sengaja datang ke Kota Serambi Mekkah hanya untuk merasakan khidmatnya peringatan Haul Guru Sekumpul. Rasa penasaran Yassir sangat besar tentang momen 5 Rajab tersebut. Yassir membaca informasi di media sosial kalau haul Guru Sekumpul dihadiri lebih tiga juta orang. "Makanya itu saya tertarik trip ke sini (Sekumpul Martapura),” tuturnya.

Pria berkepala plontos itu akhirnya mengubah trip perjalanan keliling Nusantaranya. Ia ikut kapal dari Pelabuhan Merak ke Surabaya ke Trisakti Banjarmasin.

Namun, belum lagi sampai di tanggal 5 Rajab, Yassir sudah dibuat takjub dengan sikap warga Banua. Begitu tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, ayah dua anak ini langsung mendapat sambutan hangat dari para muhibin (pencinta) Abah Guru Sekumpul.

"Saya tiba 20 Desember, atau sudah tiga hari di sini. Sempat nginap di rumah Muhibin dan Masjid Sultan Suriansyah. Alhamdulillah sekarang sudah sampai di Sekumpul Martapura," ceritanya.

Selama di Kalsel, ia terus dijamu banyak muhibin. Saking banyaknya, uang di kantongnya sampai tidak pernah keluar. Mulai dari makan, rokok, bahkan sampai pakaian diberi para muhibin.

“Sejak tiba di pelabuhan, tidak pernah yang namanya lapar. Mereka (muhibin, red) sangat menyambut kedatangan saya,” ujarnya.

Yassir baru kali ini merasakan sambutan seperti itu. "Ini pertama kali, dan sambutan warga di Kalsel luar biasa ramah. Belum pernah saya backpacker berkunjung ke daerah sampai seperti ini sambutannya,” katanya.

“Ini trip saya yang paling punya kesan yang baik. Sampai di Banjarmasin, uang saya tidak laku (karena sudah dibantu banyak orang, red)," ungkapnya.

Sikap para muhibin itu membuat Yassir merasa benar-benar seperti tamu spesial dengan pelayanan VIP. “Serasa lebih VIP dari sambutan Kaesang,” tuturnya.

Ketika memulai perjalanannya dari Banjarmasin ke Sekumpul, Yassir terpaksa menolak banyak tawaran menumpang. Baik dari truk, mobil, hingga pengendara motor.

Ia ingin menikmati perjalanannya menuju Sekumpul dengan jalan kaki.

Namun, di tengah perjalanan, ia teringat nasihat dari salah seorang muhibin yang menyebut bahwa Abah Guru Sekumpul tidak suka jika berangkat haul dengan cara seperti itu.

“Kebetulan waktu ingat pesan itu, ada pengendara yang menawarkan tumpangan. Alhamdulillah, saya langsung dibawa ke Sekumpul,” katanya.

Senin siang sekitar pukul 13.30 Wita, Yasir tiba di posko Induk untuk melapor ke relawan. Lalu ia melapor ke Kelurahan Sekumpul, dan terakhir makan siang di Warung Soto Iyan.

Yassir kembali dapat sambutan yang hangat dari pemilik warung. Ia dikasih makan gratis. Bahkan disediakan tempat menginap.

"Sudah terbiasa kami menjamu warga yang datang dari jauh. Kami ada seribu kupon yang disediakan tahun ini. Jadi dengan memberikan kupon itu kami layani untuk makan gratis," jelas Iyan, lantas menjelaskan sudah ada puluhan orang luar yang datang ke Sekumpul.

 

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#backpacker #jemaah #Haul #Banjar #Sekumpul #aceh