Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BNPB Berikan 11 Alat Deteksi Banjir di Kalsel, Ini Daftar Kabupaten Mendapatkannya

M Oscar Fraby • Senin, 23 Desember 2024 | 18:28 WIB
BANJIR: Antisipasi banjir besar seperti tahun 2021 lalu di Kalsel, BNPB membantu 11 alat deteksi banjir ke Kalsel.
BANJIR: Antisipasi banjir besar seperti tahun 2021 lalu di Kalsel, BNPB membantu 11 alat deteksi banjir ke Kalsel.

BANJARMASIN – Alat deteksi dini bencana banjir diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Alat ini berupa Flood Early Warning System (EWS) dilengkapi perangkat digital.

Alat ini begitu berarti untuk mitigasi bencana banjir di Kalsel, khususnya saat musim hujan.

“Alhamdulillah permintaan kami saat Rakornas lalu, kepada Deputi Pencegahan Direktorat Pencegahan Dini BNPB disetujui,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Senin (23/12/2024).

Banjir yang sempat terjadi pada tahun 2021 lalu, sebutnya, harus jadi pelajaran.

Dengan adanya alat deteksi banjir maka dapat mengantisipasi sejak dini potensi banjir di Kalsel.

“Respons cepat BNPB ini sangat mendukung berbagai program mitigasi bencana yang tengah berjalan di Kalsel, khususnya ancaman banjir besar seperti yang terjadi pada 2021 lalu,” terangnya.

Bambang menjelaskan bantuan dari BNPB yakni peralatan diseminasi bencana berupa tower pemancar setinggi 20 meter.

“Tersebar di enam kabupaten/kota dengan jumlah 11 tower yang dilengkapi dengan pancaran suara peringatan dini terkait informasi awal kebencanaan dengan jangkauan 2 kilometer,” jelasnya.

Analis Bencana Direktorat Peringatan Dini BNPB, Muhammad Noval Zhaky menjelaskan bantuan ini tak hanya untuk BPBD Kalsel, juga dua provinsi lain. Provinsi Gorontalo dan Bali.

“Untuk Bali jumlahnya sama 11 unit. Sementara Gorontalo hanya satu unit,” bandingnya.
Sebanyak 11 unit EWS bantuan untuk Provinsi Kalsel tersebut akan diserahkan kepada lima daerah di Kalsel.

Mulai dari Kabupaten Banjar, Tabalong, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Kota Banjarmasin.
“Daerah yang mendapat bantuan ini dikhususkan kepada kabupaten/kota dan desa yang rawan bencana banjir,” terangnya.

Seperti diketahui, banjir besar di Kalsel pada 2021 lalu, berdampak terhadap 11 dari 13 kabupaten/kota.

Ada tiga wilayah di antaranya terdampak cukup besar yaitu Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, dan Tanah Laut.

Banjir terjadi di sepanjang DAS Barito yang meliputi Daerah Tangkapan Air (DTA) Barabai, DTA Riam Kiwa, dan DTA Kurau.

Mitigasi bencana banjir juga menjadi perhatian serius Anggota Komisi XIII DPR RI, Sandi Fitrian Noor.

Dalam kunjungannya ke BPBD Kalsel, ia menegaskan akan memperjuangkan peralatan penanganan kebencanaan di Kalsel. Tak hanya bencana Karhutla, juga banjir.

“Banyak peralatan yang harus diremajakan, seperti mobil angkutan dan perahu karet. Termasuk pemancar sinyal yang mesti di-upgrade kekinian,” ujar Sandi.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Banjir #BPBD #Kalsel #bnpb