BANJARMASIN - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin rayakan hari jadi DWP ke-25 tahun. Dirangkai dengan sederet kegiatan sosial pada Senin (16/12/2024).
Dimulai dengan mengunjungi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Gambut, Kabupaten Banjar.
Rombongan disambut oleh Ketua DWP RSJ Sambang Lihum, dr Mutiara Dari Selatan, didampingi Kepala Ruang Tenang Pria, Ahmad Syamsuddin beserta jajaran.
Ketua DWP KSOP Kelas I Banjarmasin, Madianah Samsuddin menuturkan kunjungan ini untuk mengubah stigma masyarakat terkait perlakuan terhadap pasien gangguan kejiwaan.
“Kebanyakan para keluarga enggan membawa pulang pasien ODGJ, padahal selepas masa pengobatan, mereka yang bisa kembali beraktivitas normal lagi, stigma itu harus dihilangkan,” jelas Madianah.
Setelah itu, pihaknya menyerahkan sejumlah bantuan logistik menunjang kebutuhan di RSJ tersebut. Bantuan serupa juga diserahkan kepada pengurus Panti Asuhan Bhakti Luhur di Jalan Kompleks Pembangunan I, Banjarmasin.
Madianah juga menyerahkan uang santunan yang diterima langsung oleh pengurus panti, Suster Shinta. Para anggota DWP disambut hangat oleh jajaran pengurus dan seluruh anak Panti Asuhan Bhakti Luhur. Mereka juga mempersembahkan nyanyian dan tarian penuh kegembiraan.
“Sangat terharu, tentunya kami sangat simpati dengan anak-anak ini. Meskipun disabilitas, mereka punya semangat hidup yang luar biasa,” ucap Madianah.
Agenda hari pertama ini ditutup dengan upacara HUT DWP di Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin Jalan Lumba-Lumba, Banjarmasin Barat.
Madianah berharap agar ibu-ibu DWP lebih kreatif dalam menjalankan kegiatan positif di berbagai sektor. Baik dalam kegiatan sosial, peningkatan ekonomi, pendidikan dan sebagainya
“Seperti aksi sosial yang kami jalankan ini, kegiatan-kegiatan terkait ekonomi dan juga seperti seminar yang akan diadakan pada keesokan harinya,” pesannya.
Sementara itu, Suster Shinta mengucapkan terima kasih atas kepedulian DWP KSOP Kelas I Banjarmasin. Kunjungan ini sangat berarti bagi para anak yang diasuh di panti tersebut. “Terima kasih atas kesediaan ibu-ibu DWP KSOP Kelas I Banjarmasin berkunjung kemari, juga atas saluran bantuan yang telah diserahkan,” ucapnya.
Suster Shinta membeberkan panti tersebut menampung setidaknya 41 orang dari usia 1-51 tahun. Empat anak diantaranya dalam kondisi normal, sisanya penyandang disabilitas.
“Ada yang down syndrome, autis, tunarungu, dan sebagainya. Mereka dari berbagai latar belakang agama, suku dan kondisi orang tua. Di sini kami utamakan kemanusiaan dan kekeluargaan,” tuturnya.
Meski dengan keterbatasan, Shinta meyakini bahwa para anak-anak panti ini memiliki rejekinya tersendiri. Berbekal ketulusan, ia dan tim dengan sukarela mengasuh dan merawat para anak ini seperti anak sendiri.
Editor : Fauzan Ridhani