BATULICIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar acara Gebyar Pajak Berhadiah 2024, Minggu (15/12/2024).
Acara berlangsung di Taman Edukasi, Kecamatan Simpang Empat.
Acara dimulai dengan senam bersama yang dipandu instruktur Marcella dan Marcelly pada pagi hari.
Hiburan musik dari Sans Project dan penampilan dangdut artis Ratna Lida memeriahkan suasana.
Selain itu, bazar UMKM juga digelar, menampilkan produk lokal unggulan Tanah Bumbu.
Gebyar Pajak Berhadiah 2024 menawarkan berbagai hadiah menarik.
Hadiah utama berupa paket umrah, diikuti hadiah lainnya seperti sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, televisi, dan ratusan alat rumah tangga.
Hadiah itu diundi untuk wajib pajak yang telah melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta konsumen yang berbelanja di tempat usaha dengan sistem tapping box di Tanah Bumbu.
Kepala Bapenda Tanah Bumbu, Deni Hariyanto, menyampaikan bahwa acara ini terselenggara berkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
"Pajak memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah ini,” katanya.
Pemkab sendiri mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp262 miliar per 31 Oktober 2024.
Angka ini melebihi target awal Rp241 miliar dalam APBD Perubahan.
Bapenda memproyeksikan pendapatan tersebut terus meningkat hingga akhir tahun 2024.
Sumber utama PAD berasal dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, pajak air tanah, serta sarang burung walet.
Pendapatan juga didukung pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Selain itu, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah, dan sumber sah lainnya turut menyumbang PAD.
Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan.
Ia juga menyambut baik pelaksanaan Gebyar Pajak Berhadiah sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah membayar pajak.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Mari kita jaga kebersamaan ini,” ujarnya.
Editor : Arif Subekti