BANJARBARU - Enam daerah di Kalsel sudah meningkatkan status kebencanaannya dari Siaga menjadi Siaga Darurat Bencana Batingsor (banjir, angin puting beliung dan longsor). Mulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, dan Tanah Bumbu.
Kasubbid Kesiapsiagaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Ariansyah mengatakan peningkatan status tersebut dilaporkan saat rapat koordinasi terkait antisipasi dan kesiapsiagaan batingsor dan sistem peringatan dini bencana Senin (9/12) tadi.
Dari enam daerah tersebut, status Siaga Darurat di Kabupaten Banjar menjadi perhatian BPBD Kalsel. “Siaga Darurat untuk di sini (Kabupaten Banjar) terbagi tiga ancaman bencana banjir,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/12) malam.
Pertama, Siaga Darurat Banjir Bandang yang ditujukan bagi wilayah di dataran tinggi atau pegunungan. Sedangkan di dataran rendah adalah Siaga Darurat Genangan. “Terakhir, adalah Siaga Darurat Air Pasang atau Rob yang ditujukan bagi wilayah pesisir seperti Aluh-Aluh,” ujarnya.
Beberapa daerah lainnya, tambah Ariansyah, juga mulai merencanakan penetapan status Siaga Darurat, sebagai langkah awal antisipasi bencana akibat musim penghujan.
Secara umum, memang terjadi curah hujan tinggi di seluruh Kalsel. Namun, ada beberapa wilayah yang masih tergolong aman. Seperti Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan. “Ketiga daerah itu memang mengalami curah hujan tinggi, namun ketinggian air sungai di daerah sana masih di kategori aman,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap meminta pemerintah daerah untuk tidak mengurangi kewaspadaan terhadap bencana alam. “Mengingat bentuk topologi sungai berbeda-beda. Ketinggiannya sudah sesuai kesepakatan, dan dimasukkan ke sistem EWS,” tuturnya.
Berdasarkan update Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), badai La Nina yang terjadi di Kalsel berada pada kondisi normal ke lemah. Bahkan, puncak musim hujan tercatat pada Desember hingga Januari 2025 juga masih tergolong lemah dampaknya.
Berakhirnya musim hujan diperkirakan pada April 2025. Namun, menjadi perhatian peningkatan intensitas curah hujan tinggi diprediksi akan terjadi akhir Desember ini. “Terutama berbarengan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ini menjadi satu poin penting kewaspadaan kita,” ucapnya.
Pemprov Kalsel, ungkap Ari, sementara masih belum menetapkan status siaga darurat bencana. Mengingat hal ini terlebih dahulu harus mendapat rekomendasi dari Gubernur Kalimantan Selatan.
Selain itu, pihaknya juga perlu melihat data sistem peringatan dini yang sudah terpasang di 34 titik rawan bencana di Kalsel sebagai pertimbangan. Tepatnya di
Kabupaten Banjar, Tapin, HSS, HST, HSU, Balangan, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.
“Rata-rata kita pasang 2 sampai 3 titik yang kami sebar. Mulai di bagian anak, hilir, hingga hulu sungai yang dinilai rawan menyebabkankan banjir,” ungkapnya.
Plt Kalak BPBD Kabupaten Banjar, Agus Siswanto membenarkan bahwa pihaknya memang sudah menaikkan status menjadi Siaga Darurat Bencana. Sebab, dari hasil kajian kebencanaan, saat ini sudah beberapa kecamatan berpotensi terjadi batingsor. Di antaranya adalah Gambut, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Astambul, Karang Intan, Kertak Hanyar, Martapura Barat, Martapura Timur, Mataraman, Paramasan, Pengaron, Simpang Empat, Sungai Pinang, Sungai Tabuk, dan Tatah Makmur.
“Kami meminta masyarakat agar lebih waspada dalam mempersiapkan langkah-langkah mitigasi bencana,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah membangun posko penanganan siaga darurat dan rawan bencana banjir. Mulai dari Kecamatan Martapura, Martapura Barat, Sungai Tabuk dan Pengaron.
Untuk kondisi air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Riam Kiwa berstatus Siaga Tiga. Sedangkan DAS Riam Kanan dan Sungai Martapura, Desa Sungai Arfat dan Rantau Nangka (Sungai Pinang) masih normal.
Tiga Ancaman Banjir
1. Siaga Darurat Banjir Bandang di dataran tinggi atau pegunungan.
2. Siaga Darurat Genangan di dataran rendah
3. Siaga Darurat Air Pasang atau Rob di wilayah pesisir.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief