Penerapan sistem ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi komputer kepada siswa, sekaligus mendukung program zero waste dengan mengurangi penggunaan kertas dalam proses ujian.
Ketua Yayasan Al Tamar Balangan, Risalatun Nahdia Tamrin menjelaskan, meskipun tidak ada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diajarkan secara khusus, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk mengenalkan penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.
Mereka ingin agar siswa-siswa lebih familiar dengan penggunaan teknologi komputer. Baik dalam pembelajaran, maupun saat ujian.
"Ini bertujuan agar mereka lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di kehidupan sehari-hari,” ungkap Nahdia, Senin (9/12/2024).
Nahdia membeberkan, hasil ujian yang menggunakan sistem CBT dapat langsung diakses oleh orang tua melalui platform Google Classroom. Cara ini memungkinkan orang tua untuk memantau perkembangan belajar anak secara real-time.
"Kami juga berharap penerapan sistem CBT ini bisa diperluas, tidak hanya di kelas 4, tetapi juga untuk kelas-kelas selanjutnya," tambahnya.
CBT sendiri adalah sistem ujian yang memanfaatkan komputer sebagai media utama untuk mengerjakan soal, dan kini banyak diterapkan di berbagai bidang, khususnya dalam dunia pendidikan.
Salah satu keuntungan utama dari sistem ini adalah efisiensi waktu. Siswa tidak perlu lagi menebalkan atau melingkari jawaban, sehingga mereka dapat lebih fokus dan menyelesaikan ujian dalam waktu yang lebih efisien.
Selain itu, sistem ini juga dapat meminimalkan potensi kesalahan manusia, karena seluruh proses penilaian dilakukan secara otomatis oleh komputer, sehingga hasil ujian bisa diperoleh dengan cepat dan akurat.
Sistem CBT juga memberikan kemudahan bagi siswa, karena mereka tidak perlu membawa alat tulis atau khawatir salah menandai jawaban. Semua jawaban siswa langsung tercatat secara digital, sehingga meminimalkan kesalahan dalam proses ujian.
Dari sisi biaya, penerapan CBT juga lebih hemat karena tidak ada lagi kebutuhan untuk mencetak soal dan lembar jawaban, serta biaya distribusi dan pengawasan ujian yang biasanya diperlukan pada ujian konvensional.
Dengan penerapan sistem CBT ini, SD Alam Al Tamar Balangan berharap dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Sambil mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia digital di masa depan.
"Kami berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan fasilitas penunjang proses pembelajaran," tutupnya.
Editor : Sutrisno