MARTAPURA - Setelah beraksi di Desa Bunipah dan Sungai Batang, kini Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus kembali digencarkan di Desa Tambak Anyar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.
Jumlah hewan pengerat yang berhasil dikumpulkan petani, bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan di dua desa sebelumnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian di Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar, Imelda Rosanty mengatakan, jumlah tikus yang ditangkap petani Tambak Anyar hampir lima ribu ekor.
“Jumlah tepatnya kurang lebih sekitar 4.705 ekor,” ungkap Imelda saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2024) siang.
Ribuan ekor tikus yang didapat ini di tangkap para petani saat beraksi secara gropyokan di malam hari, saat hewan pengerat ini aktif mencari makan.
Ia mengaku tidak heran dengan jumlah tersebut, sebab satu ekor tikus betina yang ditangkap adalah sumber dari 10-12 ekor tikus baru dalam setiap fase melahirkan.
Sehingga wajar menurutnya jika saat ini tikus masih jadi salah satu musuh utama para petani di Kabupaten Banjar.
“itu baru semalaman saja, belum lagi jika dilanjutkan pada malam berikutnya bisa saja jumlahnya tambah banyak daripada itu,” ungkap Imelda.
Mengingat pentingnya sektor pertanian bagi masyarakat Banjar, upaya pengendalian hama tikus menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara terus-menerus.
“Keganasan serangan hama tikus ini sangat berpengaruh dengan hasil tani. Bahkan sampai membuat kerugian ekonomi yang cukup signifikan,” jelasnya.
Karena itulah, Imelda berharap Gerdal Tikus ini bisa konsisten dijalankan oleh para petani Tambak Anyar, supaya perkembangan hama tikus di sawah bisa terkendali.
“Dengan begitu, produksi padi kita bisa meningkat dan kesejahteraan petani pun terjamin,” Ujarnya
Sebelum turun berburu tiku, para petani diberikan pelatihan dan pemahaman mengenai berbagai metode pengendalian hama tikus yang efektif.
Mulai dari penggunaan perangkap tikus, pembuatan lubang jebakan, hingga penggunaan rodentisida yang ramah lingkungan.
Selain itu, para petani juga diajak untuk menerapkan sistem pertanian terpadu yang dapat meminimalisir populasi tikus.
“Gerakan ini, merupakan bentuk komitmen Pemkab Banjar dalam menyukseskan hasil pertanian dengan bersama-sama mengendalikan hama tikus,” jelas Imelda.
Di sisi lain, ia juga berharap para kelompok tani lain di Kabupaten Banjar, bisa mencontoh Gerdal Hama Tikus yang dilakukan oleh petani di Desa Tambak Anyar.
“Kegiatan seperti ini jadi momentum bagi para petani untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola lahan pertanian,” ucapnya
Sebab, ia meyakini bahwa dengan terjalinnya kerjasama yang baik, antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait, maka masalah hama tikus dapat diatasi secara efektif.
Sementara itu, Kepala Desa Afdaluddin mengaku sangat terbantu dengan adanya program Getdate Hama Tikus dari Distan Kabupaten Banjar.
“Kami memberikan hadiah sebesar Rp 1.000 per satu ekor tikus sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para petani,” tegasnya.
Editor : Arief