Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sebelas Bulan, 125 Kebakaran Melanda Banjarmasin, Ini Penyebabnya

Endang Syarifuddin • Kamis, 5 Desember 2024 | 13:48 WIB
Sejumlah relawan memadamkan kebakaran di Komplek A Yani II, Kecamatan Banjarmasin Timur belum lama tadi.(Foto : Endang/Radar Banjarmasin)
Sejumlah relawan memadamkan kebakaran di Komplek A Yani II, Kecamatan Banjarmasin Timur belum lama tadi.(Foto : Endang/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Ratusan bencana kebakaran terjadi sepanjang tahun 2024 di Kota Banjarmasin. Korsleting listrik diduga menjadi faktor utama penyebab api mengamuk.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (DPKP) Kota Banjarmasin, Hendro melalui Kabid
Pemadaman Penyelamatan dan Sarana Prasarana, Marliansyah mengatakan ratusan kebakaran itu merupakan data kumpulan peristiwa kebakaran di Banjarmasin.

"Sampai dengan data terakhir November 2025 ada 125 kejadian kebakaran," kata Marliansyah, Kamis (5/12/2024) siang.

Ia merincikan peristiwa kebakaran di Kecamatan Banjarmasin Barat terjadi 27 kali, Banjarmasin Timur 28 kali, Banjarmasin Utara 20 kali, Banjarmasin Selatan 18 kali dan Banjarmasin Tengah 32.
"Bulan Februari 2 orang mengalami luka bakar, sedangkan pada bulan Juni 1 orang meninggal," sebut dia.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2024 turun jika dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 di Kecamatan Banjarmasin Barat sebanyak 33, Banjarmasin Timur 36, Banjarmasin Utara 34, Banjarmasin Selatan 40 dan Banjarmasin Tengah 46. Totalnya 189 kali.

"Februari meninggal 1 orang,
Juli luka bakar 1 orang,
September meninggal 4 orang,
Desember 1 anggota BPK meninggal," terangnya.

Ia mengungkapkan, penyebab dari ratusan kasus kebakaran tersebut masih didominasi oleh hubungan pendek arus listrik serta kelalaian manusia.

"Faktor utamanya diduga karena kelistrikan," imbuhnya.

Apa kendala dilapangan ketika bertugas memadamkan api ? Marliansyah menyebutkan banyak jalan menuju lokasi kebakaran yang sempit, sehingga armada Damkar kesulitan. Berikutnya banyaknya jumlah BPK swasta yang ada di Banjarmasin. Satu sisi keberadaan relawan ada kebaikan tetapi di sisi lain hal itu menjadi kendala saat pemadaman.

Kendala berikutnya ketiadaan sumber air. Petugas damkar tidak bisa hanya mengandalkan air di dalam tangki. Meskipun isinya 4.000 liter - 5.000 liter, namun itu masih belum cukup. Air sebanyak itu mampu digunakan antara 3-5 menit.

"Untuk mensiasati, kita akan turunkan tiga armada damkar lainnya," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun Banjarmasin sudah memasuki musim hujan, potensi kebakaran permukiman masih mungkin terjadi. Sebab kebakaran tidak melihat musim. Karena itu dia mengimbau kepada masyarakat tetap waspada.

"Masyarakat harus tetap waspada terhadap bencana kebakaran yang mungkin terjadi di lingkungannya," imbaunya.

Menanggapi masih sering terjadinya musibah kebakaran di Banjarmasin, iKetua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin,Aliansyah menyatakan keprihatinannya. Ia mengimbau warga tetap waspada dan selalu berhati-hati dari berbagai hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran. Seperti secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap jaringan listrik yang terpasang di rumah. Kemudian sebeum bepergian ke luar rumah, cek kembali, kompor dan listrik.

“Pemeriksaan secara rutin untuk memastikan jaringan listrik di rumah kita aman dari korsleting listrik yang bisa memicu terjadinya musibah kebakaran," katanya mengingatkan.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Selain melakukan pemeriksaan rutin, dia menyarankan agar menggunakan kabel instalasi listrik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dianjurkan. Karena penyebab korsleting listrik biasanya karena jaringan kabel atau instalasi listrik yang tidak baik sehingga berpotensi memicu korsleting.

“Karena itu apabila menemukam ditemukan ada kabel intalasi di rumah yang terkelupas harus di perbaiki atau jika sudah sangat parah, sebaiknya diganti," tutup Aliansyah.

Editor : Arif Subekti
#korsleting #banjarmasin #bencana #Kebakaran